IAFEN dan Rektor UHN Medan


IAFEN dan Rektor UHN Medan
Prof. Dr. Marihot Manullang

Indikator kependudukan menyangkut usia harapan hidup (life expectancy), penduduk yang tak mempunyai harapan hidup sampai usia 60 tahun (people not expected to survive to age 60), dan lainnya. Indikator pendidikan menyangkut angka melek huruf (literacy rate), anak yang berpendidikan sampai kelas lima SD (children reaching grade 5), angka partisipasi pendidikan (enrolment ratio), dan lainnya. Adapun indikator ekonomi antara lain menyangkut indeks kemiskinan (poverty index).

Dari berbagai indikator itu, HDI merupakan ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi suatu bangsa. Implikasinya, HDI yang tinggi menunjukkan keberhasilan pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sebaliknya, HDI yang rendah menunjukkan ketidakberhasilan pembangunan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi suatu negara.

Penafsiran HDI sebagai indikator kualitas mannusia tidak terlalu salah sepanjang satuannya adalah bangsa atau manusia di negara tertentu dan konteksnya terbatas pada kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. HDI bukanlah ukuran mutu manusia dalam satuan individu atau orang per orang.

Apakah publikasi UNDP yang memosisikan Indonesia di peringkat 111 dari 175 negara untuk tahun 2004 misalnya menunjukkan kualitas manusiaa Indonesia rendah? Untuk menjawab masalah ini perlu dipelajari sistem publikasi UNDP sendiri. Dalam publikasi laporan tahunannya.

UNDP mengklasifikasi negara-negara dalam kelompok tinggi (high human development) dengan indeks di atas 0,800; kelompok menengah (medium human development) dengan indeks 0,501 sampai 0,800; dan kelompok rendah (low human develop-ment) dengan indeks di bawah 0,500.

Kini UHN Medan akan dipimpin oleh seorang Rektor baru selama empat tahun kedepan. Sedikitnya dalam konteks pembangunan Sumatera Utara akan menghadapi beberapa tantangan. Pertama, bagaimana UHN memposisikan dirinya sebagai salah satu PTS yang berkedudukan di lokal, tetapi kualitas secara nasional dan regional, bahkan global. Maka paradigma menjadi World University Class jangan hanya slogan semata. Harus bisa diaplikasikan sampai implementasi yang paling nyata.

Halaman :

Warning: Undefined variable $max_pages in /home/jaringb1/public_html/theme/detail.php on line 305
Penulis
: Prof. Dr. Marihot Manullang
Editor
: Dedi

Tag: