“Oalah, gudangnya banyak tikusnya itu. Tikusnya pakai sepatu,” ujar @Arjun_Thebeast.
Akun @Juhdi_Bisri mendesak beras yang hilang harus dikembalikan ke Bulog. Untuk proses hukum, kata dia, tetap harus ditegakkan bagi yang bersalah. “Karena yang mencuri ini tikus berukuran besar,” katanya.
Menurut @M_Yasuf, beras itu bukan dipinjamkan, tapi dijual demi mencari selisih harga. Apesnya, uangnya sudah habis, tapi beras pengganti belum terbeli lagi. Dia menyarankan untuk mengaudit seluruh gudangBulog di seluruh Indonesia.
“Tidak ada integritas sama sekali itu kepala gudangnya,” kata @M_Yasuf. “Kemungkinan di gudang yang lain di seluruh Indonesia mungkin sama. Sikat pihak yang bersalah dan pidanakan,” kata @Desa_Kapur.
Akun @Katim_San mengatakan, beberapa hari lalu kepala Bulog mau impor beras karena perintah negara. Ini, kata dia, beras yang sudah ada malah dipinjamkan ke pihak lain. “Aneh bin nggak masuk akal,” kritiknya.
Akun @Anakasujuara menilai pengawasan Bulog lemah. Padahal saat ini bisa pakai CCTV dan database dengan system monitoring. Dia mempertanyakan laporan harian dan bulanan stok beras Bulog.
“Seperti apa kok stok tidak di-cross check. 500 Ton itu besar dan banyak lho,” ucapnya.
Akun @Asep_Tea menyindir, pesulap
David Copperfield yang pernah manghilangkan gedung. Tapi, kata dia, masih kalah sama orang Indonesia, beras 500 ton bisa dihilangkan dari gedung Bulog.
“Itu artinya rakyat Indonesia makmur, sampai beras diambil orang diam saja,” kata @Jamal_Rizzi, satir.
Sementara @Sipengganggu membela Kepala Bulog Pinrang. Dia bilang, beras bila ditumpuk kelamaan jadi busuk. Sehingga, kata dia, lebih baik dipinjamkan karena itu bukan melanggar hukum, ujarnya seperti dilansir dari RM.id.