Meski demikian, ia mengingatkan bahwa program swasembada pangan yang mengandalkan perluasan lahan. Terutama alih fungsi lahan hutan dan gambut, tidak efektif dalam menjamin peningkatan produksi dan produktivitas pangan.
Justru, papar dia, alih fungsi lahan hutan dan gambut ini dikhawatirkan dapat merusak lingkungan serta memperparah krisis iklim.
Karena itu, pihaknya merekomendasikan, agar peningkatan produktivitas komoditas pangan dilakukan tanpa melalui ekstensifikasi lahan. Tetapi dengan investasi, mekanisasi dan adopsi teknologi pertanian. Serta teknik budidaya yang baik, perluasan jaringan irigasi dan mitigasi perubahan iklim dengan modifikasi cuaca
Sebelumnya, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yakin bisa berperan besar menjaga ketahanan pangan.
Hal ini disampaikan Direktur Bisnis Bulog Febby Novita, dalam Forum Ketahanan Pangan Global yang merupakan side event G20 pada 12-13 November 2022.
Forum ini diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) bekerja sama dengan Atlantic Council.
Bulog memiliki infrastruktur yang memadai untuk melaksanakan penugasan Pemerintah di bidang pangan.
Menurutnya, Bulog sebagai perpanjangan tangan Pemerintah dalam bidang pengelolaan pangan, akan terus memastikan pangan di dalam negeri tercukupi secara merata di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut dikatakannya, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 kali ini fokus pada pembahasan isu ketahanan pangan.
Guna menyikapi isu krisis pangan ini, sambung dia, Indonesia mengajak G20 untuk membangun solidaritas global. Terutama dengan membantu negara-negara yang paling membutuhkan.
Di kesempatan yang sama, Atlantic Council President dan CEO (Chief Executive Officer) Frederick Kempe mengatakan, perang antara Ukraina dan Rusia dan pandemi Covid-19, telah membentuk fokus baru terhadap kerentanan ketahanan pangan dan rantai pasok.
Upaya untuk menjaga ketahanan pangan juga dilakukan Holding BUMN Pangan (ID Food), dengan cara menjajaki kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA) dalam forum Business 20 (B20), pada 11-12 November 2022, di Bali.
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, selaku induk Holding ID Food Frans Marganda Tambunan menjelaskan, pihaknya ingin memperluas potensi kerja sama di sektor pangan. Khususnya pertanian seperti padi, hingga buah-buahan.