jaringberita.com -Upaya meningkatkan produktivitas pangan, Pemerintah disarankan mengandalkan pemanfaatan teknologi daripada melakukan ekstensifikasi lahan hutan dan gambut. Sebab, hal tersebut diyakini lebih efektif dan ramah lingkungan.
Head of Agriculture Research dari Center for Indonesian policy Studies (CIPS) Aditya Alta menilai positif langkah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggenjot kerja sama dengan banyak pihak dari dalam dan luar negeri untuk mengantisipasi krisis pangan global.
Namun yang tak kalah penting, ditekankan Aditya, Pemerintah harus memberikan dukungan pada riset dan inovasi. Termasuk peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian agar lebih produktif.
Pasalnya, selama ini yang menjadi permasalahan ketahanan pangan yaitu terkait lumbung pangan, keterjangkauan dan keragaman pangan. Jadi bukan cuma soal ketersediaan saja.
Ia menyebutkan, Global Food Security Index dari the Economist Intelligence Unit mencatat, bahwa Indonesia berada di peringkat 37 dari 113 negara dalam kategori ketersediaan. Untuk kategori keterjangkauan, Indonesia menempati peringkat 54. Dan, untuk kategori kualitas dan keamanan, termasuk di dalamnya keragaman pangan, berada di urutan 95.