Dengan kenaikan harga kripto, sambungnya, maka membuat investor percaya harga kripto akan terus mengalami reli bullish dan mulai membeli kripto.
“Namun pada kenyataannya, volatilitas kripto sangat cepat mengingat setelah kripto tersebut berada di harga tertentu, harga aset akan terkoreksi, sehingga investor bakal merasa kecewa karena terlanjur membeli pada saat harga tinggi dan perlu menunggu lagi agar harga bisa naik kembali,” jelasnya.
Menurut Oscar, setiap investor perlu mempelajari terlebih dahulu bagaimana teknik trading yang baik sebelum terjun untuk bertransaksi kripto sehingga terhindari dari bull trap.
Selain itu, investor dianggap harus memahami istilah Relative Strength Index (RSI) yang digunakan untuk mengukur pergerakan harga. Istilah RSI dalam kripto merupakan suatu indikator untuk menentukan kondisi pasar di mana kripto sedang terlalu banyak pembelian atau terlalu banyak penjualan.
Dengan mempelajari cara membaca RSI, investor dinilai bakal mengetahui bahwa setelah nilai suatu kripto mengalami kenaikan signifikan, maka bisa disimpulkan kondisi pasar sudah menyentuh kondisi terlalu banyak pembelian.
Investor disebut tidak perlu memantau setiap menit, tetapi tetap perlu memantau tren harga kripto sesekali jika skor RSI sudah mendekati atau melampaui level resistance. Karena itu, investor diminta berhati-hari sebab bisa terjadi bull trap.