jaringberita.com - Aset kripto, seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan lainnya menjadi sarana investasi paling umum yang umum dipegang oleh bagi Gen Z.
Hal ini menurut sebuah studi bersama CFA Institute dan Financial Industry Regulatory Authority’s Investor Education Foundation.
Ini tentu menjadi sebuah tren yang kemungkinan didorong oleh kelompok yang tumbuh bersamaan dengan perubahan teknologi, media sosial, dan akses investasi yang lebih mudah.
Dilansir laman Tokocrypto, Minggu (11/6/2023), dalam laporan riset tersebut, 55 persen investor Gen Z saat ini berinvestasi di kripto.
Gen Z adalah kelompok yang lahir pada akhir 1990-an hingga abad ke-21, yang berarti anggota tertuanya berusia pertengahan 20-an, dan laporan tersebut didasarkan pada survei online terhadap orang-orang di Amerika Serikat yang berusia 18-25 tahun.
Sementara itu, investasi saham menempati peringkat kedua, dipegang oleh 41 persen dari investor ini, diikuti oleh reksa dana (35 persen), non-fungible tokens (NFT) (25 persen) dan dana yang diperdagangkan di bursa (23 persen), kata laporan itu.
Sebagai perbandingan, reksa dana adalah kepemilikan paling umum di antara investor Gen X, kelompok yang lahir antara tahun 1965 dan 1980. 47 persen memegang reksa dana, diikuti oleh saham individu (43 persen) dan kripto (39 persen).
Dikutip CNBC, Presiden Financial Industry Regulatory Authority’s Investor Education Foundation Gerri Walsh mengatakan, konsentrasi Gen Z yang relatif tinggi dalam aset kripto contohnya termasuk Bitcoin dan Ethereum dan saham individu dapat menimbulkan kekhawatiran jika investor tidak mempertimbangkan dan mengelola risiko secara memadai.
“Sedangkan reksa dana dan sebagian besar ETF biasanya menawarkan tingkat diversifikasi, hal yang sama tidak berlaku saat membeli mata uang kripto dan saham individu,” katanya.