"Untuk melengkapi daya lindung anak-anak terhadap virus Polio kembali anak-anak tersebut akan mendapatkan tetes nOPV2 untuk kedua kalinya sehingga daya lindung bisa mencapai 90%," terangnya.
Adapun pelaksanaan Sub PIN Polio Sumut Putaran kedua akan dimulai tanggal 15 Mei 2023 dengan waktu tujuh hari ditambah lima hari sweeping, yang dilaksanakan secara serentak di 33 Kabupaten/Kota se-Sumut.
"Kami imbau seluruh balita diimunisasi, tanpa kecuali. Mari bersama memberi yang terbaik untuk generasi kita. Semoga upaya kita dapat melindungi anak-anak kita dari kemungkinan lumpuh layuh pada tungkai bawah, akibat virus polio. Semoga upaya kita mendapat keridhoan Allah SWT," harapnya.
Alwi menyebutkan, agar strategi pencapaian Sub PIN Polio Putaran kedua ini efektif, maka diharapkan komitmen dan dukungan yang tinggi dari Kepala Daerah, Stakeholder, Lintas Sektor untuk membantu percepatan Pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran kedua.
Hal ini sambung dia, dapat diaplikasikan dengan melakukan Launching Sub Pin Polio Putaran kedua, kemudian ikut memonitor capaian harian masing-masing Puskesmas melalui whatsapp group yang dibentuk untuk memudahkan memantau capaian harian.
Lalu, adanya koordinasi yang kuat tim pelaksana dengan Lintas Sektor terkait. Diharapkan juga Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat melakukan monitoring ketat dan berkualitas serta Mikroplaning yang disusun dengn baik.
"Pemberdayaan keterlibatan masyarakat secara langsung pada saat pelaksanaan ditambah keterlibatan media dan diskominfo menggaungkan pelaksanaan Sub PIN Polio Putaran kedua agar informasi dapat lebih meluas di masyarakat," imbuhnya.
Selain itu, adanya penyebaran Media KIE dalam promosi Pelaksanaan Sub PIN Polio Sumut Putaran kedua seperti banner, billboard, videotron, sosial media, flyer dan lain-lain. Diseminasi informasi ditempat-tempat ibadah dan juga pengumuman dengan mobil ambulans keliling.
"Diharapkan juga, peran Lintas Sektor untuk menggerakkan sasaran. Seperti adanya Keterlibatan RS/RSU/RSUD, Klinik Swasta, Praktek Spesialis Anak dan Bidan mandiri, untuk mendukung sepenuhnya. Tidak ada lagi petugas kesehatan yang mengatakan imunisasi ini tidak perlu," pungkasnya.