“Angka backlog mudah-mudahan bisa makin mengecil dan insya Allah semoga bisa nol,” harap pria kelahiran Jakarta, 16 April 1966 ini.
Menurut Haru, sebuah peradaban dimulai dari terbentuknya pemukiman. Dengan mendorong pembiayaan perumahan, maka BTN merasa ikut membangun peradaban dan generasi yang sehat.
Belakangan ini, BTN mengenalkan program baru yang diintroduksi oleh Kementerian BUMN. Yaitu: rumah milenial.
“Konsep rumah milenial, hunian vertikal yang ada di tengah kota. Terintegrasi dengan moda transportasi, seperti stasiun kereta api atau lainnya. Sehingga lebih mudah dan praktis,” ucap Haru.
Ini juga satu solusi untuk mereka yang ingin memiliki rumah di lokasi yang strategis, tapi harganya terjangkau. Contohnya, rumah susun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang dibangun di kawasan Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Rusun yang dibangun di area parkir Stasiun Pondok Cina ini pun laris manis.
“Konsep ini juga mengurangi kebutuhan BBM berbahan bakar fosil. Penghuni mudah kemana-mana. Mau kemana saja dekat. Ini yang terus kami upayakan. Beda dengan rumah tapak, yang makin sulit, mahal dan biasanya lokasi jauh,” ungkapnya.
Mengenai performa BTN, mantan Direktur Keuangan BRI itu menjelaskan, pertumbuhan kinerja perusahaan yang dipimpinnya semakin bagus. Laba bersih perseroan sepanjang semester I-2022 tumbuh 60 persen secara tahunan atau year on year (yoy).