Nama Pangonal Diseret Pasca Penetapan Tersangka Yusuf Siagian, Netizen Sebut Perang Bintang dan Ini Kata Aktivis Labuhanbatu


Nama Pangonal Diseret Pasca Penetapan Tersangka Yusuf Siagian, Netizen Sebut Perang Bintang dan Ini Kata Aktivis Labuhanbatu
Eks bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap
Saat itu menurutnya, Yusuf Siagian menyebutkan kepada dirinya kalau penggunaan anggaran Rp1,3 miliar tersebut prosesnya tidak melalui dirinya sebagai Sekdakab. Tetapi langsung dicairkan dari orang-orang tertentu ke Bendahara.

Kebetulan lanjut Ishak, saat itu beliau lagi persiapan akan melakukan demo ke Kejaksaan Negeri Rantauprapat, terkait dugaan mark-up pemasangan WIFI dan jaringannya di 75 desa se-Kabupaten Labuhanbatu yang menurutnya terlalu mahal Rp40 juta setiap desa.

Ditambahkannya, dalam diskusi kecil tersebut, Yusuf Siagian menyarankan kepada Ishak agar kasus Rp 1,3 miliar yang proses pencairannya dari Bendahara, yang menurut Yusuf Siagian tidak prosedur itu dibongkar saja saat aksi di Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Lebih lanjut Ishak menjelaskan, maka pada aksi demo di Kejaksaan Negeri Rantauprapat tanggal 13 Nopember 2017, disamping masalah dugaan Mark up biaya pemasangan WiFi dan jaringannya di 75 desa, beliau juga mengangkat salah satu item dari Rp 1,3 miliar itu, yaitu terkait dengan pembelian kaca mata istri bupati seharga Rp 7,9 juta.

"Dan aksi demo itu diberitakan dibanyak media. Aksi tersebut menggunakan nama Posko Perjuangan Rakyat dan Koalisi Independent Anti Mafia Terstruktur", tambahnya.

Penulis
: yasmir-mt
Editor
: Dedi

Tag: