jaringberita.com -Peluang Barcelona untuk lolos ke babak 16 besar Liga Champions kian mengecil. Tim asuhan Xavi Hernandez keok dari tuan rumah Inter Milan 0-1 di Giuseppe Meazza, dini hari kemarin.
Kemenangan Nerazzurri - julukan Inter Milan disumbangkan Hakan Calhanoglu jelang turun minum. Sebetulnya, Barca sempat menyamakan kedudukan melalui Pedri di menit ke-66, namun, gol tersebut dianulir wasit.
Wasit menganulir gol itu setelah tayangan ulang menunjukkan kiper Inter, Andre Onana menyentuh bola crossing Ousmane Dembele sehingga mengenai lengan Ansu Fati sebelum Pedri melakukan penyelesaian.
Yang menyakitkan lagi, Inter Milan diuntungkan lagi setelah Denzel Dumfries tampak melakukan handball tapi wasit tidak menghadiahkan penalti kepada Barcelona. Xavi pun murka dengan keputusan wasit Slavko Vincic.
“Saya sangat marah,” ceplos Xavi dilansir Stats Perform.
“Yang pertama mereka menjelaskan kepada kami bahwa Ansu Fati hand ball tapi seorang rekan tim mencetak gol kemudian dengan insiden lain, tidak jelas apa yang sudah terjadi,” tandasnya.
Tambahan tiga poin ini membuat Si Ular Besar - julukan Inter berada di peringkat kedua dengan enam poin. Sedangkan Barcelona menelan pil pahit karena dua kali kalah beruntun dan menempatkan mereka di peringkat ketiga dengan tiga poin.
Hakan Calhanoglu dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga itu oleh panel Pengamat Teknis UEFA.
Pemain ini dinilai berperan penting dengan gol vitalnya, juga ancaman yang ia berikan kepada Barcelona selama pertandingan secara keseluruhan.
Tambahan tiga poin ini membuat Si Ular Besar - julukan Inter berada di peringkat kedua dengan enam poin. Sedangkan Barcelona menelan pil pahit karena dua kali kalah beruntun dan menempatkan mereka di peringkat ketiga dengan tiga poin.
Hakan Calhanoglu dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga itu oleh panel Pengamat Teknis UEFA.
Pemain ini dinilai berperan penting dengan gol vitalnya, juga ancaman yang ia berikan kepada Barcelona selama pertandingan secara keseluruhan.
Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, mengklaim kemenangan 1-0 atas Barcelona sudah diprediksi. Baginya, kemenangan itu menjadi awal baru bagi Nerazzurri yang terseok-seok pada awal musim ini.
Inter Milan benar-benar dianggap underdog menjelang pertandingan. Penyebabnya, Nerazurri bermodal empat kekalahan dari enam pertandingan terakhir di Liga Italia.
Di sisi lain, Barcelona berhasil menyapu bersih kemenangan dalam enam laga terakhir di Liga Spanyol.
Inzaghi memilih taktik yang tepat dan berakhir manis. Dia membiarkan Barcelona mendominasi penguasaan bola dan melakukan serangan balik. Hasilnya adalah gol tunggal penentu kemenangan melalui Hakan Calhanoglu.
“Saya tidak akan bilang ini tidak terduga. Seperti yang saya bilang kemarin, laga ini menjadi peluang luar biasa melawan salah satu tim terbaik di dunia,” ujar Simone Inzaghi setelah pertandingan kepada Sky Sport Italia, seperti dilansir dari RM.id.
“Kami bermain dengan agresif, penuh determinasi, karena inilah satu-satunya cara mengalahkan tim seperti itu,” ucapnya.
Kemenangan ini menjadi obat pelipur lara setelah Inter kalah dari AS Roma di Serie-A, pekan lalu.
Itu menjadi kekalahan keempat Inter Milan di Liga Italia musim ini. Nerazzurri baru mengemas empat kemenangan dari delapan laga, dan empat pertandingan lain berujung kekalahan.
“Hasil melawan AS Roma benar-benar mengecewakan, tetapi penampilan kami tidak mengecewakan. Jadi, malam seperti ini (menang atas Barca) bagus untuk kami. Kami perlu memulihkan energi dan harus bangkit di Serie A,” tuturnya.
“Ini bisa menjadi start, tetapi kami harus konsisten dan bermain bagus mulai sekarang,” imbuhnya.
Inzaghi sedang berada dalam tekanan karena rentetan hasil buruk Inter Milan musim ini. Bahkan, dia dikabarkan bisa dipecat jika kalah dari Barcelona.
“Saya akan meneruskan bekerja, karena ada momen yang terjadi dan saya menjaga kepala tetap tegak, karena para pemain dan klub telah melakukan beberapa hal hebat dalam 15 bulan terakhir. Saya senang melihat skuad ini solid dan bertarung bersama, jika tidak mustahil meraih hasil seperti ini,” jelasnya.
Di grup sama, Bayern Munchen berpesta gol dengan mengalahkan Viktoria Plzen 5-0. Dua gol Bayern diborong Leroy Sane (menit ke-7 dan ke-51). Gol lainnya dicetak Serge Gnabry (menit ke-13), Sadio Mane (menit ke-21), dan Jean Eric Choupo-Moting (menit ke-59).
Bayern Muchen yang terus menang dalam tiga laga awalnya kini memuncaki klasemen dengan nilai 9. Inter Milan di posisi kedua dengan nilai 6, Barcelona di posisi ketiga (3), disusul Plzen (0).
Dari Grup A, Liverpool menang 2-0 saat menjamu Rangers. Gol Trent Alexander-Arnold (7) dan Mohamed Salah (53/penalti) jadi pembeda dalam laga di Anfield itu.
Di grup sama, Napoli berpesta gol dan menang 6-1 di kandang Ajax Amsterdam. Giacomo Raspadori memborong dua gol buat klub Italia itu (18, 47).
Gol lainnya dicetak Giavonni Di Lorenzo (33), Piotr Zielinski (45), Khvicha Kvaratskhelia (63), dan Giovanni Simeone (81). Gol Ajax diceploskan Mohamed Kudus (9).
Napoli kini memuncaki klasemen dengan nilai 9. Liverpool di posisi kedua (6), disusul Ajax (3), dan Rangers (0).