Perlukah Gempa Di Luar Zona Subduksi Selatan Jawa Timur Diwaspadai? BMKG Berikan Penjelasan


Perlukah Gempa Di Luar Zona Subduksi Selatan Jawa Timur Diwaspadai? BMKG Berikan Penjelasan
Pixabay
Ilustrasi

jaringberita.com -Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa gempa yang terjadi di luar zona subdiksi selatan Jawa Timur (Jatim) patut untuk diwaspadai.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa selatan Jember Jatim yang berkekuatan Magnitudo 6,0 dengan kedalaman 10 km merupakan jenis gempa di luar zona subduksi (outerrise earthquake) akibat patahnya lempeng Australia yang mulai menunjam ke bawah Jawa Timur. Tekukan lempeng itu, sebut dia, memicu patahan turunnormal fault.

"Gempa di luar zona subduksi selatan Jatim ini patut diwaspadai, meskipun di luar zonamegathrusttetapi dengan mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami seperti gempa dahsyat Sumba 1977, yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa selatan," katanya dilansir dari ANTARA, Selasa (6/12/2022).

Daryono menjelaskan, sumber gempa di luar zona subduksi atau zonaouter riseseperti pemicu gempa selatan Kabupaten Jember, Jatim selama ini menjadi zona sumber gempa yang terlupakan.

"Padahal, banyak tsunami mematikan akibat ini. Kalah 'pamor' dengan zonamegathrustyang sering disebut pakar, media, dan masyarakat kita," jelasnya.

Dia membeberkan, hasil monitoring gempa selatan Jatim sampai pukul 17.31 terjadi 36 kali gempa susulan. Gempa terjadi pada pukul 13.07.48 WIB, Selasa (6/12/2022) dengan episenter terletak pada koordinat 10,70 derajat Lintang Selatan, 113,38 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 223 kilometer arah selatan Kota Jember, Jatim pada kedalaman 10 km.

Ia menambahkan, gempa bumi itu berdampak dan dirasakan di daerah Jember, Gubukmas, Mataram, Kepanjen, dan Sumberpucung dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu).

Gempa itu juga dirasakan di daerah Kuta dan Kuta Selatan dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Kemudian, daerah Madiun, Ponorogo, Bantul, Yogyakarta, Sawahan, Klaten, Banyuwangi, dan Karangasem dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Editor
: Nata

Tag: