Peringati HKB, BNPB Tekankan Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas


Peringati HKB, BNPB Tekankan Kesiapsiagaan Berbasis Komunitas
Istimewa
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyalakan sirine tanda dimulainya simulasi evakuasi bencana gempa di Gedung Graha BNPB

"Apapun jenisnya, bencana adalah kejadian yang berulang, sekali dia pernah terjadi di masa lalu, pasti dia akan terjadi lagi di masa depan," tegasnya.

Selain itu, Suharyanto juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peringatan HKB yang masih dalam suasana Lebaran ini untuk memperkuat lagi silaturahmi lintas pihak, memperkuat kembali jejaring komunikasi, meningkatkan lagi semangat gotong royong.

“Kita jalin lebih rapat kebersamaan dalam menyusun gerak langkah menuju resiliensi bangsa menghadapi bencana,” tambahnya.

Semangat peringatan HKB perlu keterlibatan dan partisipasi semua pihak. Di sisi lain, upaya penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara sentralistik. BNPB mencatat kejadian bencana dari 10 hingga 20 kejadian setiap hari dalam lima tahun terakhir, mengharuskan kesiapsiagaan masyarakat berbasis komunitas.

Sementara itu, HKB adalah momentum penting setiap tanggal 26 April, yang diambil dari tanggal ditetapkannya Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, sebagai salah satu tonggak sejarah penting dalam penanggulangan bencana di Indonesia yang lebih baik.

HKB tahun 2023 ini merupakan peringatan ke-7, sejak mulai dilakukan tahun 2017 lalu.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo pada setiap pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana selalu menekankan pada kesiapsiagaan, pencegahan dan kewaspadaan masyarakat dalam mengantisipasi dan menghadapi potensi bencana.

Penulis
: Dedi
Editor
: Nata

Tag: