Paloh yang selama ini diam, akhirnya menanggapi serangan. Dalam acara NasDem Memanggil yang digelar di NasDem Tower, Jakarta, Senin (17/10) malam, Paloh menjawab semua isu yang berkembang terkait hubungan partainya dengan Jokowi.
Termasuk kekhawatiran partai lain terhadap Anies yang dianggap representasi dari kalangan oposisi.
“Ada yang mengatakan supaya mendesak dan meminta kepada Presiden agar NasDem dikeluarkan dari pemerintah. Lantas apakah komitmen kita roboh? Saya katakan tidak pernah roboh,” tegas Paloh.
Polisi berdarah Aceh ini lantas menunjukkan bukti komitmen NasDem mendukung Jokowi saat akan menaikkan harga BBM, akhir September lalu.
Saat itu, Paloh mengklaim bahwa NasDem satu-satunya partai koalisi yang langsung mendukung kebijakan itu.
“Saya sambil bercanda bilang sama Pak Jokowi. ‘Bapak Presiden, kita punya tujuh fraksi koalisi pemerintahan ini. Ini kebijakan kenaikan BBM, enam fraksi tidak sepakat, hanya satu fraksi (Partai NasDem) yang sepakat ini’. Kalau tidak fraksi yang paling tolol atau paling loyalis, tidak mungkin begini. Silakan terjemahkan,” ungkap Paloh.
Sikap ini membuktikan bahwa loyalitas NasDem terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf tak perlu diragukan lagi. Jika ada pihak yang ingin menjajal ketangguhan dan konsistensi NasDem, Paloh akan membuktikan komitmennya dengan terus mendukung program Pemerintah.
Diakuinya, perjalanan jelang Pemilu 2024 bakal penuh tantangan. Desakan agar NasDem ditendang dari partai koalisi karena mendeklarasikan Anies, terus mengalir. Namun, Paloh juga meyakini tidak mudah bagi Jokowi mewujudkan desakan itu.
Apa yang disampaikan Paloh, kembali diulang oleh anaknya, Prananda Surya Paloh. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) NasDem ini menegaskan, tidak perlu ada kekhawatiran dengan kepemimpinan Anies. Dia menjamin, bila nanti capres yang diusung NasDem itu menang, maka program Jokowi akan tetap dilanjutkan.
Prananda mengakui, dalam dua periode kepemimpinannya, Jokowi sudah banyak melakukan perubahan. Tentunya, apa yang sudah bagus dari pemerintahan Jokowi, akan tetap dilanjutkan dan yang kurang akan disempurnakan.
“Sebagai partai terbuka, partai modern yang tidak memandang strata sosial, pendidikan, agama, suku dan ras, NasDem memanggil seluruh anak bangsa untuk ikut melanjutkan pembangunan yang sudah dimulai dan akan dilanjutkan oleh Presiden Anies,” ajaknya.