jaringberita.com - Prinsip gotong royong yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) turut dirasakan masyarakat Indonesia, termasuk para peserta JKN.
Pasalnya, kehadiran Program JKN telah mendorong masyarakat untuk bergerak membantu sesama yang membutuhkan pelayanan.
Seperti yang disampaikan oleh Thohar Aminulah (68), salah satu peserta JKN. Ia menganggap program ini sangat membantu bagi masyarakat yang tidak mampu dan yang memerlukan akses pelayanan kesehatan tanpa terganjal biaya.
Sebagai pensiunan PNS, Thohar sudah lama terdaftar sebagai peserta sejak era PT Askes (Persero). Ia merasakan betul manfaat pelayanan kesehatan setiap bulannya ketika harus kontrol bulanan penyakit diabetes yang dideritanya.
Thohar tidak merasa terbebani dengan memikirkan biaya yang harus dikeluarkan, karena semua biaya sepenuhnya ditanggung oleh BPJS kesehatan.
“Berpuluh tahun gaji saya dipotong untuk iuran saya. Meskipun saya dan keluarga belum pernah menjalani rawat inap dan jarang menggunakan untuk berobat, saya sadar program ini merupakan gotong royong. Jadi saya ikhlas saja kalau iuran yang telah dipotong dari gaji saya bisa membantu demi keberlangsungan program ini,” tutur, Jumat (17/2/2023).
Bukan tanpa sebab Thohar mendukung keberadaan Program JKN, selain dirinya rutin memanfaatkan JKN untuk mengambil obat per bulan, ia juga pernah mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit dengan menggunakan biaya pribadi.
Dengan mengalami sendiri perbandingan tersebut, ia mengaku sangat nyaman ketika dirinya berobat dengan memanfaatkan Program JKN seperti selama ini.
“Saat itu saya sempat merasa nyeri di dada, lalu saya berobat ke IGD Rumah Sakit Hermina. Untungnya setelah diperiksa, ternyata bukan penyakit jantung. Tapi karena saat itu saya berobat tanpa menggunakan kartu JKN, saya membayar biaya yang cukup besar untuk perawatan tempo hari itu. Dari situ saya makin merasakan besarnya manfaat JKN untuk kesehatan kita. Berobat apapun ditanggung tanpa harus memikirkan biaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan ketika ia menggunakan JKN untuk berobat, fasilitas yang dirasakannya sangat baik. Ruangan fasilitas kesehatan sangat layak dan dalam kondisi baik, pelayanan dari tenaga medis juga ramah. Belum lagi banyaknya kemudahan yang ditawarkan BPJS Kesehatan, menurut Thohar sangat membantunya saat akan berobat.
“Awalnya saya tahu dengan kartu dari Aplikasi Mobile JKN sudah bisa berobat, sekarang terinfo kembali kalau dengan KTP saja kita bisa gunakan untuk berobat ke klinik. Memudahkan sekali, kalau terjadi apa apa tanpa perlu mencari kartu JKN, bisa langsung tunjukkan KTP,” ujarnya.
Pria paruh baya tersebut juga menambahkan bahwa dirinya harus tetap menjaga kesehatan dan pola hidup yang lebih baik walaupun telah terjamin kesehatannya melalui Program JKN. Ia berpendapat dengan tubuh yang sehat, iuran yang ia keluarkan untuk membantu peserta lainnya dapat digunakan dan hal tersebut patut diterapkan oleh sebagian peserta JKN.
“Harus banyak bersyukur kalau tubuh kita sehat, karena punya kartu ini jangan minta sakit. Saya tidak pernah merasa rugi dulu dipotong setiap bulannya iuran dari gaji jika digunakan untuk orang lain. Hitungannya beramal dan membantu. Prinsip program ini sudah sangat baik diterapkan tinggal kita sebagai pesertanya saja lebih ikhlas dalam membantu keberlangsungannya,” sebutnya.
Thohar juga berharap fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan terus dapat memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada peserta demi kenyamanan dan keberlangsungan Program JKN.