Juansyah Bersyukur Atas Dukungan BPJS Kesehatan terhadap Kesehatan Istrinya


Juansyah Bersyukur Atas Dukungan BPJS Kesehatan terhadap Kesehatan Istrinya
Jaringberita/ist
Teks foto: Juansyah bersama istrinya Fauziah saat berada di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Medan.
jaringberita.com - Seiring bertambahnya umur maka tubuh akan rentan sekali terhadap segala jenis penyakit yang berada dilingkungan. Sama hal nya dengan Fauziah (62) yang menderita diabetes melitus sedari muda hingga sekarang. Berawal dari gejala yang masih dapat ditoleransi, berujung tragedi yang membuat Fauziah kehilangan penglihatannya.

Di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Medan, Fauziah yang hadir bersama suaminya Juansyah (65) menyampaikan bahwa pada suatu pagi ketika Fauziah terbangun, ia merasakan penglihatannya berubah menjadi buram. Semakin lama penyakit diabetes diderita maka semakin tinggi risiko terjadinya permasalahan di anggota tubuh yang lain.

“Semuanya buram waktu saya bangun pada pagi itu. Saya dan suami pun langsung melakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Ketika saya datang saya langsung dibawa keruang emergency untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut dari dokter.

Setelah menunggu beberapa saat dari pemeriksaan, dokter mengabarkan bahwa ada pendarahan di saraf mata saya sehingga membuat penglihatan saya menjadi tidak jelas seperti ini,” terang Fauziah, Kamis (28/12/2023).

Seluruh proses pengecekan mulai dari rontgen hingga obat obatan selalu dipastikan lancar oleh petugas rumah sakit. Fauziah paham sekali jika keadaannya sekarang ini akan sulit untuk kembali seperti semula. Maka dari itu, bersama bahu membahu, Juansyah dan Fauziah dalam menjaga penyakitnya kambuh dengan lebih memperhatikan pola hidup dan menjadi lebih sehat.

“Tidak sepeser pun kami diminta untuk pembayaran ketika saya dan istri berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, bagi saya biaya bukanlah hal yang saya perhatikan sekali karena pelayanan dan perawatan lah yang sangat penting.

Sejauh ini, semua tenaga medis selalu memberikan yang terbaik untuk istri saya karena sejujurnya bukan hanya pandangannya saja yang bermasalah tetapi juga ada terjadi luka basa di jari yang disebabkan dari diabetes ini,” jelas Juansyah.

Luka yang terjadi disaat kadar gula darah tinggi menyebabkan penyembuhannya lama dan semakin memburuk. Jika luka kecil yang berada di jari kaki istrinya menjadi busuk dan dokter memutuskan untuk melakukan amputasi terhadap jari kaki tersebut.

“Pengalaman yang menyeramkan bagi saya akan tetapi itu tetap harus dilakukan demi kebaikan istri saya. Respon rumah sakit dan BPJS Kesehatan ketika menerima keadaan istri saya saat itu sangatlah cepat dan tanggap.

Saya juga diberikan dukungan untuk kesembuhan istri saya dan itu cukup menenangkan hati saya,” ungkap Juansyah.

Menjadi peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas satu selama belasan tahun lalu membuat Juansyah dan Fauziah tidak pernah menyesali keputusan mereka untuk menjadi bagian dari BPJS Kesehatan. Juansyah menganggap bahwa kesehatan itu penting dan mahal sehingga memiliki sebuah jaminan untuk kesehatannya dan keluarga sangatlah vital.

“Yang selalu menggunakan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat adalah istri saya. Saya sendiri memang tidak pernah pakai karena belum pernah sakit sejauh ini tetapi istri saya dapat merasakan dan menerima manfaat dari BPJS Kesehatan dan bagi saya itu sangat cukup. Kalau saya sendiri jika merasa sakit biasanya sembuh sendiri tanpa perlu pemeriksaan dan lain sebagainya,” ucap Juansyah.

Dia pun memberikan harapannya kepada BPJS Kesehatan supaya terus memiliki dan meneruskan program Jaminan Kesehatan Nasional seperti ini. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dengan BPJS Kesehatan dalam membantu masyarakat yang kurang mampu sangat lah mulia. Selain itu, ia juga berharap semoga sang istri dapat membaik dan menjalankan aktivitas seperti biasanya.

Penulis
: Nastasia
Editor
: Muhammad Idris

Tag: