jaringberita.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara (Sumut) Arifudin Bone turut angkat bicara terkait munculnya isu tudingan ke Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto.
Seperti diketahui, baru-baru ini beredar video Ismail Bolong seorang anggota polisi yang mengatakan pernah memberikan setoran sebesar Rp6 miliar kepada Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk mengamankan bisnis tambang ilegalnya. Hal itu pun lantas menuai polemik, meski belakangan Ismail Bolong mengklarifikasi pernyataannya.
"Bahwa beredarnya laporan hasil penyelidikan (LHP) terkait kasus tambang ilegal dengan nomor R/ND-137/III/WAS.2.4/2022/Ropaminal yang ditandatangani oleh Hendra Kurniawan selaku Eks Karo Paminal mengapa tidak langsung di proses saja, dan mengapa baru sekarang," ungkapnya dalam siaran tertulisnya, Sabtu (26/11/2022).
"Ini terkesan (sebagai) serangan balik ke Komjen Agus yang kami nilai telah banyak berkontribusi atas pengungkapan kasus Duren Tiga. Terlebih nama Komjen Agus Andrianto dibenarkan oleh Ferdy Sambo dan Hendra Kurniawan dalam isu ini, seperti terkesan serangan balik," sambungnya.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Arif ini menyarankan petinggi Polri agar fokus saja pada kasus-kasus besar yang saat ini dihadapi. Kemudian memulihkan kembali kepercayaan masyarakat yang sudah tergerus akibat kasus pembunuhan Mantan Kadiv Propram kepada ajudannya.
“Sebagai masyarakat khususnya mahasiswa, kita ingin polri menjadi institusi negara yang tetap disegani dalam penegakan hukum di Indonesia, dan untuk itu kita ingin institusi polri semakin membaik," ucapnya.
Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto juga telah membantah adanya tudingan penerimaan suap dari bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) dari Ismail Bolong. Menurutnya, penyelidikan yang menyeret namanya itu sangat lemah.
Terkait isu tersebut, beredar laporan hasil penyelidikan (LHP) terkait kasus tambang ilegal dengan nomor R/ND-137/III/WAS.2.4./2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022.