Gerindra Ketiban Untung


Gerindra Ketiban Untung
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya.

Menurutnya, moncernya Gerindra ini karena kesolidan dalam mencapreskan Prabowo dan telah berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diberi nama koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR). “Gerindra malah naik. Gerindra ini kan fans klub. Magnet elektoralnya ketumnya itu sendiri,” kelakarnya.

Selanjutnya, ada Partai Golkar di angka 9,8 persen, PKS 7,5 persen, Demokrat 6,6 persen, dan NasDem 4,8 persen. “Golkar turun, PKB naik sedikit. Nah, PKB ini tidak mendapatkan efek sebesar Gerindra, karena yang diumumkan namanya baru Capres. Tidak menjawab ketum Cak Imin nyapres atau tidak,” ungkapnya.

Yunarto menjelaskan, hasil elektabilitas parpol ini berangkat dari survei awal yang menyatakan setuju atau tidak terhadap Pemerintah terhadap kenaikan harga BBM berbasis kondisi minyak dunia pada tanggal 3 September 2022. Hasilnya, terdapat 69 persen responden tidak setuju atas kebijakan kenaikan harga BBM. Sisanya, 22 persen setuju atas keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM.

Berangkat dari angka 69 persen yang menolak, apa yang dilakukan setelah kenaikan harga. Jawabannya, 51,4 persen akan diam saja, 21,7 persen akan protes di media sosial, dan 17,8 persen mau berdemonstrasi.

Survei Charta Politika ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dan metode sampling dengan jumlah sampel 1.229 dan margin of error 2.82 persen. Survei dilakukan pada periode 6 hingga 13 September 2022, dengan wilayah survei seluruh kelurahan atau desa. kriteria responden minimal berusia 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilihan.

Menanggapi hasil survei ini, politisi Partai Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras bersyukur partainya mengalami peningkatan elektabilitas ditengah kenaikan harga BBM.

Penulis
: Dedi
Editor
: Dedi

Tag: