Setelah kasus gangguan ginjal akut pada anak muncul, BPOM melakukan penelitian terhadap obat-obatan dalam bentuk sirup. Dari hasil penelitian itu, ditemukan kandungan EG dan DEG dalam obat yang diproduksi dua perusahaan itu, sangat beracun.
"Dalam proses ini, kami sudah mendapatkan dua industri farmasi yang akan kami tindak lanjuti menjadi pidana," ungkap Penny, tanpa menyebutkan nama dua perusahaan farmasi itu.
Penny sudah menugaskan Deputi Bidang Penindakan BPOM untuk memeriksa dua industri farmasi tersebut. Pemeriksaan itu bekerja sama dengan kepolisian.
"Karena ada indikasinya bahwa kandungan EG dan DEG di produknya tidak hanya dalam konsentrasi sebagai kontaminan, tetapi sangat-sangat tinggi dan tentu saja sangat toxic. Itu bisa tepat diduga bisa mengakibatkan ginjal akut dalam hal ini," paparnya.
Polisi telah membentuk tim khusus mendalami produksi obat sirup yang dikonsumsi korban meninggal dunia dengan vonis gangguan ginjal akut. Nantinya, tim khusus ini bakal dipimpin Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto.
Dalam melaksanakan tugasnya, Brigjen Pipit akan membawahi empat direktorat di Bareskrim Polri sekaligus untuk mendalami kasus tersebut. "Beranggotakan Dirtipidnarkoba (Direktorat Tindak Pidana Narkoba), Dirtipiddeksus (Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus), dan Dirtipidum (Direktorat Tindak Pidana Umum) Bareskrim Polri. Tim ini secara khusus segera merespons isu terkait permasalahan gagal ginjal akut," jelas Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah.
Penyidik Bareskrim Polri mulai melakukan penyelidikan kasus gangguan ginjal akut pada ratusan anak yang mencuat saat ini. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan, penyidik telah mengecek hasil uji laboratorium terhadap sejumlah obat sirup yang diduga sebagai penyebab masalah ini.
Untuk hasilnya, seperti dilansir dari RM.id, Dedi mengaku belum bisa disampaikan ke publik. "Masih nunggu hasil laboratorium dan tahap masih penyelidikan. Nunggu update dulu dari Bareskrim," katanya.