Senin, 21 September 2026

Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang untuk Cegah Banjir Berulang

Daffa - Jumat, 14 Agustus 2026 20:06 WIB
Satgas PRR Perkuat Kolaborasi Penanganan Sungai Krueng Tamiang untuk Cegah Banjir Berulang
istimewa
Satgas PRR mempercepat penanganan Sungai Krueng Tamiang di Aceh Tamiang melalui normalisasi sungai dan kolaborasi lintas kementerian.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat penanganan Sungai Krueng Tamiang di Kabupaten Aceh Tamiang. Normalisasi dan pengendalian sungai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko luapan yang dapat mengancam permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara Satgas PRR, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, serta kementerian dan lembaga terkait sebagai tindak lanjut monitoring dan evaluasi (monev) khusus Satgas PRR di wilayah tersebut.

Satgas PRR Cari Solusi Penanganan Sungai Krueng Tamiang

Wakil Kepala Posko Nasional Satgas PRR, Marsma TNI Ridha Hermawan, mengatakan kedatangan tim ke daerah tidak hanya sebatas melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan persoalan yang ditemukan dapat segera dicarikan solusi bersama.

Baca Juga:

"Kami dari Posko ini berupaya pada saat kita datang ke daerah tidak hanya datang kemudian hanya ngomong-ngomong lalu pulang. Kami mencoba berkumpul bersama di sini dengan kementerian dan lembaga terkait, kemudian kita sama-sama mencari solusi," kata Ridha dalam rapat koordinasi tindak lanjut hasil monev Satgas PRR di Aceh Tamiang.

Dalam rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi 2026, Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan tiga paket pekerjaan yang berkaitan dengan pengendalian banjir dan penanganan muara Sungai Krueng Tamiang.

Baca Juga:

Program tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas aliran sungai sekaligus mengurangi risiko banjir yang berulang.

26 Paket Infrastruktur di Aceh Tamiang

Berdasarkan data paket Kementerian PU per 11 Agustus 2026, terdapat 26 paket penanganan infrastruktur di Aceh Tamiang.

Baca Juga:

Dari jumlah tersebut, sebanyak 11 paket atau 42,3 persen telah menunjukkan progres fisik. Satu paket bahkan telah mencapai penyelesaian 100 persen.

Sementara itu, sebanyak 15 paket atau 57,7 persen belum menunjukkan progres fisik sehingga perlu mendapatkan percepatan.

Perhatian khusus diberikan terhadap 18 paket Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, terutama pekerjaan yang berkaitan langsung dengan pengendalian banjir dan penanganan sungai.

Progres Pengendalian Sungai

Tiga paket dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang telah berjalan meliputi:

  • Rehabilitasi jaringan irigasi air tanah dengan progres 65 persen.
  • Supervisi pembangunan pengendali sedimen DAS Tamiang dengan progres 43,33 persen.
  • Pembangunan pengendali sedimen DAS Tamiang dengan progres 14,02 persen.

Sebanyak 15 paket lainnya masih berada pada tahap awal dan perlu segera dipercepat.

Percepatan terutama diperlukan pada proyek yang berkaitan langsung dengan pengendalian banjir dan penanganan Sungai Krueng Tamiang.

Infrastruktur Jalan dan Jembatan Mulai Berjalan

Di sisi lain, sejumlah pekerjaan infrastruktur lain menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Paket yang mencakup jalan, jembatan, air minum, air limbah, persampahan, dan kawasan pascabencana terus dilaksanakan.

Baca Juga:

Seluruh empat paket Direktorat Jenderal Bina Marga dan empat paket Direktorat Jenderal Cipta Karya telah memasuki tahap pelaksanaan.

Salah satu pekerjaan, yakni penanganan ruas Jalan Kota Langsa–batas Provinsi Sumatera Utara, bahkan telah selesai 100 persen.

Pemulihan Madrasah Terdampak

Satgas PRR juga mengevaluasi pemulihan layanan pendidikan di Aceh Tamiang.

Sebanyak tujuh madrasah terdampak telah mendapatkan penanganan melalui Kementerian PU. Sementara itu, Kementerian Agama akan menangani madrasah lain yang belum mendapatkan penanganan.

Pekerjaan tersebut mencakup perbaikan bangunan serta pemenuhan kebutuhan mebel pendidikan.

Pelaksanaan program antarlembaga akan diselaraskan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih pekerjaan.

Aceh Tamiang Diminta Optimalkan Tambahan TKD Rp36,8 Miliar

Dalam pemulihan pelayanan pemerintahan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang didorong mengoptimalkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp36,8 miliar.

Dana tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki kantor dan fasilitas pemerintahan yang terdampak bencana.

Baca Juga:

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah daerah diminta menyampaikan kebutuhan tambahan 70 ton PAC atau tawas kepada Kementerian Kesehatan.

Material tersebut dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih pada November hingga Desember 2026.

Ketersediaan Material Konstruksi Jadi Perhatian

Satgas PRR juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memantau ketersediaan dan harga sejumlah kebutuhan konstruksi di Aceh Tamiang.

Material dan komoditas yang menjadi perhatian antara lain semen, BBM, dan bahan konstruksi.

Ketersediaan bahan pendukung dengan harga yang terjaga diperlukan agar pekerjaan normalisasi Sungai Krueng Tamiang dan pemulihan infrastruktur lainnya tidak mengalami hambatan.

Ridha mengatakan sejumlah persoalan yang ditemukan dalam monev telah langsung dikoordinasikan bersama kementerian dan lembaga terkait.

"Secara umum temuan-temuan yang kita dapatkan pada saat monev di Aceh Tamiang, kita sudah mendatangkan kementerian dan lembaga yang terkait dan alhamdulillah beberapa hal sudah langsung dijawab permasalahannya oleh kementerian dan lembaga terkait, termasuk masalah penanganan normalisasi sungai," pungkasnya.

Tags
beritaTerkait
Pemkab Gayo Lues Kejar Serapan TKD Rp24,9 Miliar, Ditargetkan Tuntas Desember 2026
Normalisasi Sungai di Kota Padang Dipercepat, Risiko Banjir Berulang Ditekan
Relokasi 65 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Dipercepat
Penyerahan Sepucuk Senpi AK-56 Bekas Anggota GAM Diapresiasi Kapolres Aceh Tamiang.
BNPB Mencatat 45 Bencana Terjadi Selama Sepekan, Banjir Terbanyak
Ingin Tahu Ikan Bandeng Aceh, Selain Gizi Lebih Baik dan Diminati Internasional
komentar
beritaTerbaru