Jumat, 09 Oktober 2026

Aolani Gandeng Karman, Target Tambah Kapasitas Komputasi AI hingga 50% Tanpa Tambah Daya

Administrator - Jumat, 09 Oktober 2026 12:00 WIB
Aolani Gandeng Karman, Target Tambah Kapasitas Komputasi AI hingga 50% Tanpa Tambah Daya

Aolani, perusahaan penyedia infrastruktur komputasi AI berbasis Singapura, menjalin kemitraan dengan Karman untuk meningkatkan pemanfaatan daya listrik pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini menargetkan peningkatan kapasitas komputasi hingga 50 persen tanpa menambah alokasi daya listrik yang tersedia.

Kemitraan yang diumumkan pada 1 Oktober 2026 tersebut berfokus pada optimalisasi penggunaan energi di pusat data yang menjalankan beban kerja AI berintensitas tinggi. Melalui teknologi pengaturan daya secara dinamis, kedua perusahaan ingin meningkatkan pemanfaatan GPU sekaligus menekan biaya komputasi.

Di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi AI, ketersediaan listrik menjadi salah satu tantangan utama bagi operator pusat data. Optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia dinilai dapat membantu penyedia layanan meningkatkan kapasitas tanpa harus menunggu penambahan pasokan listrik dari jaringan.

Baca Juga:

Aolani Integrasikan Platform Pengaturan Daya Karman

Dalam kerja sama ini, Aolani akan mengintegrasikan platform Karman ke dalam sistem infrastrukturnya. Karman, yang sebelumnya dikenal sebagai Utilidata, mengembangkan teknologi pengaturan daya dinamis dengan menggabungkan pengukuran listrik beresolusi tinggi, pemrosesan lokal, dan kecerdasan buatan.

Platform tersebut dibangun menggunakan perangkat NVIDIA Jetson Orin Nano. Teknologi ini dirancang untuk mengukur dan mengalokasikan kapasitas daya secara dinamis di antara beban kerja GPU berdensitas tinggi.

Baca Juga:

Pengaturan dilakukan hingga tingkat rak server untuk memantau dan mengelola konsumsi energi secara real time. Dengan pendekatan tersebut, penggunaan daya dapat disesuaikan dengan kebutuhan komputasi sehingga kapasitas infrastruktur yang tersedia bisa dimanfaatkan secara lebih optimal.

Aolani dan Karman berharap teknologi ini dapat meningkatkan utilisasi fasilitas pusat data serta menurunkan biaya untuk setiap unit komputasi yang dihasilkan.

Baca Juga:

Uji Coba Menggunakan NVIDIA Blackwell

Sebagai tahap pengembangan, kedua perusahaan akan menjalankan proyek pembuktian konsep atau proof of concept pada platform NVIDIA Blackwell.

Karman menyebut teknologinya telah meningkatkan kapasitas komputasi sebesar 33 persen pada penerapan komersial pertamanya di Amerika Utara, dengan memanfaatkan infrastruktur daya yang sudah tersedia.

Perusahaan juga memperkirakan optimalisasi tersebut berpotensi menghasilkan tambahan pendapatan hingga 20 juta dolar AS per 1 megawatt kapasitas daya. Angka itu merupakan potensi yang disampaikan berdasarkan penerapan teknologi Karman, bukan jaminan pendapatan bagi setiap operator pusat data.

Melalui uji coba bersama Aolani, teknologi tersebut akan dievaluasi untuk melihat bagaimana pengaturan daya dinamis dapat mendukung sistem GPU generasi terbaru.

Aolani Ingin Tingkatkan Efisiensi Infrastruktur AI

CEO Aolani, Nicholas Chia, mengatakan kemitraan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan nilai yang dihasilkan dari sumber daya energi yang sudah tersedia.

Menurut Chia, optimalisasi alokasi dan penggunaan daya dapat membantu pelanggan meningkatkan skala operasional AI tanpa harus menunggu tambahan pasokan listrik dari jaringan.

Ia juga menilai pendekatan ini dapat memperbaiki keekonomian pengoperasian beban kerja AI sekaligus memperkuat kemampuan Aolani dalam menyediakan kapasitas komputasi dengan lebih cepat.

Sementara itu, CEO Karman Josh Brumberger menyebut akses terhadap listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung adopsi AI dan pertumbuhan beban kerja yang semakin berat.

Baca Juga:
Karman berharap kolaborasi dengan Aolani dapat menunjukkan bagaimana teknologi pengaturan daya mereka membantu operator pusat data dan penyedia layanan cloud memaksimalkan kapasitas listrik yang sudah dimiliki.

Tags
beritaTerkait
Panglima TNI dapat Apresiasi dari Panglima Angkatan Bersenjata Singapura
Alasan Kenapa Biaya Hidup di Singapura Mahal
Setelah Jepang, Kini Giliran Singapura Alami Resesi Seks
Lawan Dewa Jadi Ujian Perdana Peracik Persikabo
Koruptor Yang Ngumpet  Di Singapura  Kini Bisa Diciduk
Masyarakat Mulai Tinggalkan  Uang Kertas Dan Logam
komentar
beritaTerbaru