Selasa, 06 Oktober 2026

6 Tips Membeli Rumah yang Wajib Dicek agar Tidak Menyesal

Vicar - Jumat, 11 September 2026 17:45 WIB
6 Tips Membeli Rumah yang Wajib Dicek agar Tidak Menyesal

Membeli rumah bukan hanya soal melihat ukuran kamar, kondisi atap, atau apakah dapur dan kamar mandi sudah direnovasi. Ada sejumlah hal penting yang sering luput dari perhatian calon pembeli, tetapi bisa menimbulkan masalah setelah rumah ditempati.

Baca Juga:

Karena itu, melakukan pemeriksaan secara lebih menyeluruh sebelum membeli rumah dapat membantu mengurangi risiko munculnya biaya perbaikan atau masalah yang tidak terduga.

Baca Juga:

Para inspektur rumah dan desainer interior menyarankan calon pembeli untuk memperhatikan bagaimana sebuah rumah berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut enam hal yang sebaiknya diperiksa sebelum membeli rumah.

Baca Juga:

1. Periksa Tekanan Air

Keran yang mengalir normal belum tentu menunjukkan bahwa sistem plumbing rumah bekerja dengan baik ketika beberapa fasilitas digunakan secara bersamaan.

Saat melakukan survei rumah, jangan ragu untuk menguji aliran air. Nyalakan beberapa keran, periksa bak atau bathtub, kemudian coba menyiram toilet pada waktu yang sama.

Baca Juga:

Joe Barodin, pemilik sekaligus inspektur rumah di Modern Insight Home Inspections, menyarankan calon pembeli melakukan pengujian tersebut untuk mengetahui apakah tekanan air menurun atau saluran pembuangan menjadi lambat ketika mendapat beban lebih besar.

Masalah seperti tekanan air yang turun atau saluran yang lambat terkadang tidak terlihat ketika hanya satu keran yang digunakan.

Baca Juga:

2. Cari Tanda-Tanda Kerusakan Akibat Air

Jangan hanya mencari kebocoran yang masih aktif. Perhatikan juga tanda-tanda bahwa rumah pernah mengalami masalah akibat air.

Beberapa indikasinya antara lain:

Baca Juga:
  • Noda pada plafon atau dinding

  • Material yang menggelembung atau membengkak

  • Korosi pada bagian tertentu

  • Bekas tambalan atau perbaikan

  • Noda di sekitar jendela

  • Kerusakan di bawah wastafel atau fasilitas plumbing lainnya

Baca Juga:
Nathan Hoover, pemilik sekaligus inspektur rumah di Riverside County Home Inspections, mengatakan calon pembeli sebaiknya tidak hanya menanyakan apakah terdapat kebocoran aktif.

Bekas noda atau material yang membengkak bisa menjadi petunjuk bahwa air pernah masuk ke bagian rumah yang seharusnya tetap kering.

Calon pembeli tidak harus langsung menentukan penyebabnya. Temuan tersebut dapat dicatat dan kemudian diperiksa lebih lanjut oleh inspektur rumah profesional.

Baca Juga:

3. Periksa Roof Flashing

Kondisi atap yang terlihat baik dari halaman belum tentu berarti seluruh bagian atap bebas masalah.

Salah satu bagian yang perlu diperhatikan adalah roof flashing, terutama di sekitar cerobong asap, skylight, dan titik masuk ventilasi atau pipa pada atap.

Baca Juga:

Menurut Barodin, flashing dapat mengalami kerusakan secara perlahan tanpa membuat kondisi genteng atau material atap terlihat bermasalah dari bawah.

Jika flashing gagal menjalankan fungsinya, air dapat masuk ke bagian dalam struktur atap dan berpotensi menyebabkan pembusukan pada rangka.

Karena pemeriksaan bagian atap membutuhkan perhatian khusus, calon pembeli sebaiknya meminta bantuan inspektur rumah untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Selain bagian luar, perhatikan juga noda atau bekas perbaikan pada plafon dan dinding bagian dalam yang berada dekat area atap.

4. Cek Usia dan Riwayat Perawatan Sistem Utama

Mengetahui usia AC, sistem pemanas, atap, atau peralatan utama rumah memang penting. Namun, calon pembeli juga perlu menanyakan riwayat perawatan dan perbaikan rumah.

Hoover menyarankan calon pembeli tidak hanya menanyakan komponen apa saja yang pernah diganti, tetapi juga perbaikan apa yang pernah dilakukan selama rumah tersebut digunakan.

Riwayat perbaikan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi rumah sekaligus membantu memperkirakan masalah yang mungkin muncul di masa mendatang.

Misalnya, mengetahui usia sistem HVAC memang berguna, tetapi informasi mengenai seberapa sering sistem tersebut diperbaiki juga dapat memberikan gambaran tambahan mengenai kondisinya.

Karena itu, mintalah pemilik atau agen properti memberikan informasi mengenai riwayat pemeliharaan rumah sedetail mungkin.

5. Jangan Abaikan Kapasitas Penyimpanan

Ukuran ruangan sering menjadi salah satu pertimbangan utama ketika membeli rumah. Namun, kapasitas penyimpanan juga tidak kalah penting karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan sehari-hari.

Jangan hanya melihat ukuran kamar atau ruang keluarga. Buka lemari, kabinet, pantry, serta periksa area garasi dan ruang laundry untuk mengetahui kapasitas penyimpanan yang sebenarnya.

Rumah yang terlihat luas ketika masih kosong atau ditata dengan teknik home staging belum tentu terasa sama setelah seluruh barang pribadi penghuni dipindahkan.

Lucia Fuentes, desainer interior dan profesional organizer di Coastal Maid San Diego, mengatakan ruang penyimpanan menjadi salah satu hal yang sering disesali klien setelah membeli rumah.

Beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Ukuran lemari pakaian

  • Kapasitas pantry

  • Kabinet dapur

  • Garasi

  • Area laundry

  • Ruang penyimpanan tambahan

Jika kapasitas penyimpanan terbatas, pertimbangkan sejak awal apakah masih memungkinkan menambahkan built-in storage atau solusi penyimpanan lainnya.

Tags
beritaTerkait
Panduan Renovasi Dapur 2026: Cara Menentukan Anggaran, Desain, Material dan Peralatan
Renovasi Stadion Teladan akan Dimulai Bulan Oktober
Rapper Nyentrik Tekashi 6ix9ine Dipukuli Sekelompok Pria di Kamar Mandi
Kamar Mandi Sering Terasa Bau? Coba Lakukan 6 Cara Mudah Ini
Grand Bazaar Istanbul Jamu Hampir 40 Juta Pengunjung pada 2022
Awet Muda Bak Gadis Usia 20an
komentar
beritaTerbaru