Makin Dini Dapat Hp Bocah Makin Stres dan Susah Tidur?


Makin Dini Dapat Hp Bocah Makin Stres dan Susah Tidur?
Ilustrasi. Studi mengungkap kaitan usia anak dapat ponsel pertama kali dengan tingkat stres. (Foto: Istockphoto/LDProd)
Studi sebelumnya disebut terbatas karena kebanyakan dari mereka mengumpulkan data hanya pada satu atau dua titik waktu.

Dalam penelitian Stanford Medicine yang dipublikasikan di Society for Research in Children Development, anak-anak berusia 7 sampai 11 tahun saat penelitian dimulai dan 11 sampai 15 tahun pada akhir penelitian. Setiap anak dan salah satu orang tua mereka berpartisipasi dalam penilaian pada awal dan setiap tahun sesudahnya, dengan total lima penilaian per peserta.

Pada setiap penilaian, orang tua ditanya apakah anak mereka memiliki ponsel dan apakah itu smartphone. Titik tengah waktu antara kunjungan terakhir saat anak tidak memiliki ponsel dan kunjungan pertama saat dia memiliki ponsel dihitung sebagai usia perolehan.

Pada setiap kunjungan, anak-anak menyelesaikan kuesioner standar untuk menilai gejala stres. Orang tua melaporkan nilai sekolah terbaru anak dan waktu tidur dan bangun anak untuk hari sekolah dan hari libur. Para orang tua juga menjawab kuisioner tentang rasa kantuk anaknya di siang hari.

Kemudian, setelah setiap kunjungan, anak-anak memakai akselerometer di pinggul kanan mereka selama seminggu, dan data tersebut digunakan sebagai ukuran objektif dari onset tidur dan durasi tidur setiap malam.

Analisis dikendalikan untuk beberapa kemungkinan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian, termasuk usia anak pada awal penelitian, jenis kelamin anak dan urutan kelahiran, negara kelahiran anak dan orang tua, status perkawinan dan tingkat pendidikan orang tua, pendapatan keluarga, seberapa sering bahasa Inggris diucapkan di rumah, dan seberapa jauh perkembangan anak melalui pubertas.

Sekitar 25 persen anak menerima ponsel pada usia 10,7 tahun, dan 75 persen pada usia 12,6 tahun. Dan hampir semua anak memiliki ponsel pada usia 15 tahun.

Hasilnya, secara keseluruhan kepemilikan teknologi tidak ditemukan terkait baik secara positif maupun negatif dengan kondisi kesejahteraan anak, termasuk stres.

Para peneliti mencatat mungkin lebih penting untuk mempelajari apa yang dilakukan anak-anak dengan teknologi mereka daripada sekadar apakah mereka memiliki ponsel.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa9

Tag: