Sedangkan pada kaum laki-laki, lanjut Bambang, mereka tidak mengalami menopause sehingga proses pengeroposan tulangnya menjadi lebih lambat dibandingkan kaum perempuan pada umumnya.
Lulusan spesialis dokter penyakit dalam dari FKUI itu mengungkapkan, seperti dilansir dari RM.id, berdasarkan penelitian, risiko kematian bagi orang yang menderita osteoporosis sama dengan orang yang menderita kanker payudara bahkan lebih tinggi dari orang yang menderita kanker rahim.
"Satu penelitian juga menyebutkan, penyakit yang paling `menyusahkan` pihak asuransi salah satunya adalah osteoporosis. Hal ini antara lain karena waktu pengobatannya yang sangat lama, bahkan dapat hingga lebih dari lima tahun," katanya