jaringberita.com -Nama ini semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan dilansir dari berbagai sumber, ada 8 tanda kamu kerap melakukan toxic pada diri sendiri.
Saat ini, kalimat toxic ini kerap diartikan sebatas pada hubungan asmara semata. Padahal toxic sendiri dapat merujuk pada berbagai aspek kehidupan.
Dan hal toxic juga tidak hanya datang dari pasangan, teman, keluarga atau orang lain. Namun tanpa kita sadari, kita juga bisa bersikap toxic pada diri kita sendiri.
Dilansir okezone dari berbagai sumber, ada 8 tanda kita melakukan toxic pada diri sendiri. Simak penjelasannya.
1. Salah Menempatkan Diri
Melakukan penyesuain diri pada situasi perlu dilakukan. Jika salah menempatkan diri pada sesuatu dengan membuat tingkah laku berbeda akan membuat stres atau trauma psikologis.
2. Sering merasa rendah diri
Sering merasa rendah diri adalah salah satu tanda jika kamu toxic sendiri. Hal ini dikarenakan tidak dihargai membuat Anda merasa tindakan itu sangat menganggu orang lain
3. Berlebihan untuk merawat diri untuk orang lain
Melakukan perawatan diri dengan berlebihan untuk orang lain juga merupakan bagian jika anda toxic pada diri sendiri. Hal ini akan membuat kelelahan, kebencian, dan tidak bisanya kamu untuk tampil sebagai diri kamu sendiri.
Alangkah lebih baik jika kita merawat diri untuk diri kita terlebih dahulu sebelum untuk orang lain. Kita juga harus lebih bersyukur untuk memperbaiki otak kita agar lebih fokus terhadap apa yang kita miliki.
4. Terlalu keras pada diri sendiri
Seberapa sering kamu memaafkan orang lain tapi terus menyalahkan kekurangan kamu? Ketika kamu kamu terlalu keras pada diri sendiri seperti ini, kamu akan terjebak terus untuk merenungi kesalahan yang telah lalu, terus menyalahkan diri sendiri, dan terus mengejar untuk menjadi sempurna.
langkah lebih baik jika kita juga fokus untuk melihat dan mengapresiasi setiap proses yang kita lakukan. Setelahnya, jadikan kesalahan yang kita lakukan untuk menjadi pembelajaran. Dan terakhir, berhentilah meminta maaf untuk hal-hal yang tidak seharusnya kamu meminta maaf.
5. Menikmati drama kehidupan yang terjadi
Mungkin sering merasa bagaimana kita terus menerus merasakan hal tidak mengenakkan. Kemudian kita terjebak dalam drama dan dikelilingi oleh orang-orang yang tidak memiliki nilai seperti kamu merupakan kebiasaan buruk
6. Memanipulasi orang lain
Mungkin kerap kali tanpa sadar kita telah memanipulasi orang lain. Contohnya adalah memberi penilaian orang lain berbohong untuk orang lain, memutar balikan fakta, mempermainkan korban yang kita manipulasi dengan kata “hanya bercanda”, dan lain sebagainya.
Kamu hanya perlu untuk lebih bisa sedikit mengontrol perilaku kita sesimpel menghargai orang lain untuk dapat keluar dari sifat toxic ini.
7. Mengabaikan batasan diri sendiri
Batasan adalah tentang perlindungan kita, namun belum tentu dengan orang lain. Kita dapat memilih apa yang bisa dan tidak bisa kita toleransi. Saat kita mengabaikan tentang batasan kita, sama saja dengan kita memberi tahu orang lain bahwa tidak apa-apa untuk mengabaikan batasan kita.
Kita perlu untuk menarik garis tentang kapan batasan kita dihormati dan kapan batasan kita dilanggar. Kemudian kita harus berpegang teguh pada batasan kita. Dengan demikian kita dapat memutus hubungan toxic di dalam diri kita sendiri.
8. Tidak nyaman sendirian
Jika kita merasa tidak nyaman menghabiskan waktu sendiri, kita tidak tahu bagaimana cara mengatur waktu sendiri kita. Alhasil kita tidak mampu untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.
Lebih baik sedikit meluangkan waktu untuk diri sendiri. Hal ini bisa , mengembangkan kreativitas dan membina hubungan dengan orang lain, serta memiliki waktu untuk merenungi diri sendiri.