Terbuat dari Tulang Hewan, Papan Ski Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di China


Terbuat dari Tulang Hewan, Papan Ski Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di China
Terbuat dari Tulang Hewan, Papan Ski Berusia 3.500 Tahun Ditemukan di China

jaringberita.com - Para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah papan seluncur es yang terbuat dari tulang hewan di wilayah Otonomi Uighur Xinjiang, barat laut China.

Melalui konferensi pers, para peneliti tersebut memberikan keterangan bahwa benda mirip sepatu roda kuno itu dibuat dari tulang sapi dan kuda dan diperkirakan berusia 3.500 tahun.

Lokasi Xinjiang dulunya adalah wilayah pegunungan yang dianggap sebagai tempat kelahiran ski. Salah satu buktinya, ditemukan lukisan gua di pegunungan Altai dan berasal dari 10.000 tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa para pemburu kerap bermain ski dengan peralatan yang terbuat dari kayu.

Dilansir dari IFL Science, papan seluncur es kuno ini ditemukan pada saat penggalian di Reruntuhan Gaotai Zaman Perunggu, yang merupakan bagian dari situs Jiren Taigoukou yang lebih besar di sungai Ili.

Kawasan tersebut dikelilingi pemakaman 120 meter persegi (1.291 kaki persegi) serta pemukiman. Reruntuhan Gaotai diperkirakan menampung sisa keluarga penggembala bangsawan dari abad 15 dan 16 SM.

Papan seluncur es ini belum diketahui kegunaannya secara pasti. Namun yang jelas para arkeolog menyatakan benda itu sangat mirip dengan papan seluncur tulang yang ada di Eropa kuno. Artinya, ada kontak dan komunikasi yang erat antara China dan Eropa pada Zaman Perunggu.

Puluhan komponen yang terbuat dari kayu termasuk 11 roda dan lebih dari 30 bagian lain berada di sekitar pemakaman tersebut.

“Dilihat dari potongan yang berserakan, kami percaya bahwa bagian dari gerobak/papan ski kayu ini ditinggalkan oleh pemiliknya, sengaja dilepas, dan dikubur selama pembuatan makam,” kata Pemimpin Tim Penggalian, Ruan Qiurong.

Selain papan ski dan bagian gerobak, para arkeolog juga telah menemukan lebih dari 500 peninggalan di situs tersebut. Mulai dari tembikar, perkakas batu, tulang hewan, dan perlengkapan perunggu. Penelitian akan terus dilanjutkan untuk mempelajari budaya penguburan dan struktur sosial di wilayah tersebut.

Penulis
: Okezone
Editor
: La Tansa

Tag: