Pakar Temukan Virus Berusia 48.500 Tahun Masih Bisa Menginfeksi


Pakar Temukan Virus Berusia 48.500 Tahun Masih Bisa Menginfeksi
Ilustrasi. Pakar menemukan virus berusia 48.500 tahun dari permafrost ternyata masih bisa menginfeksi. (iStockphoto/Dr_Microbe)
Claverie lalu mencoba lagi hal itu pada 2015. Kali ini, ia mengisolasi tipe virus berbeda yang juga menargetkan amoeba.

Pada hasil riset terakhirnya, tim mengisolasi beberapa virus purba dari banyak sampel permafrost yang diambil dari tujuh tempat berbeda di Siberia. Percobaan terakhir itu pun menunjukkan hasil yang sama; virus yang ditemukan dapat menginfeksi sel amoeba.

Terkait kemungkinan menginfeksi manusia, Claverie mengatakan, "risiko bisa saja meningkat dalam konteks pemanasan global, di mana pencairan permafrost akan terus meningkat dan di saat bersamaan ada lebih banyak orang menghuni wilayah Arktik usai kebangkitan industri."

Jejak infeksi virus purba ke manusia sebetulnya sudah tersimpan di permafrost. Pada 1997, sebuah sampel paru-paru dari tubuh wanita yang dikeluarkan dari permafrost berisikan material genom dari varian firus influenza yang menyebabkan pandemi 1918.

Pada 2012, para pakar juga mengonfirmasi temuan mumi wanita berumur 300 tahun yang dikubur di Siberia, berisikan tanda genetik virus yang menyebabkan cacar.

Lebih lanjut, wabah anthrax di Siberia yang berdampak kepada puluhan orang adan 2.000 rusa pada Juli dan Agustus 2016 disebut punya kaitan dengan pencairan permafrost.

Pencairan itu memungkinkan Bacillus anthracis untuk bangkit dari kuburan atau sisa-sisa binatang.

Penulis
: CNN Indonesia
Editor
: La Tansa

Tag: