Ditekan Raja Untuk Koalisi, Anwar-UMNO Kawin Paksa


Ditekan Raja Untuk Koalisi, Anwar-UMNO Kawin Paksa
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim

Sebelumnya, Senin (21/11), pimpinan Koalisi BN dan PH telah melakukan pertemuan. Saat itu, Anwar mengaku, ada hal positif terkait pembentukan Pemerintahan.

Tapi, sehari kemudian, BN justru menegaskan siap menjadi oposisi. Kemarin, sikap mereka kembali berubah. Setelah pada Rabu (23/11) mereka melakukan pertemuan dengan PN dan Raja. Maslan menambahkan, Dewan Syuro UMNO akan mematuhi dan menerima pembentukan Pemerintahan Persatuan atau struktur Pemerintahan lainnya yang akan ditetapkan raja.

"Selain itu, UMNO juga mendukung kepemimpinan Presiden partai, Ahmad Zahid Hamidi," jelasnya.

Sebelumnya, Ahmad Zahid yang juga Ketua Koalisi BN Ahmad Zahid, Wakilnya Mohamad Hasan, dan Sekjen BN Zambry Abdul Kadir, menyambangi Istana Negara. Setelah beraudiensi dengan Raja, Ahmad Zahid mengatakan, Raja telah meminta 30 anggota parlemen BN untuk ambil bagian dalam Pemerintahan Persatuan.

"Keputusan Tuanku adalah membentuk Pemerintahan Persatuan," kata Ahmad Zahid.

Terpisah, Kepala Strategis Social & Economic Research Initiative (SERI) Rashaad Ali menyebut, saat ini BN adalah partai kunci negosiasi antara PH dan PN. Kendati demikian, situasi di dalam BN cukup rumit.

Rashaad melihat Ahmad Zahid disalahkan atas kekalahan UMNO. "Dia (Ahmad Zahid-red) presiden UMNO. Dia juga ketua BN. Jadi cukup sulit membuat keputusan tanpa dia. Mencoba mengeluarkannya bukanlah proses yang mudah," katanya.

Rashaad menyebut, masalah dalam koalisi merupakan bagian dari fragmentasi UMNO dan BN. Dia bilang, koalisi itu harus melihat peluang saat ini. Mereka harus melihat hasil pemilu ini sebagai landasan untuk membangun kembali kekuatan.

Karena UMNO berada dalam posisi genting selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, partai-partai komponen BN masih berjuang untuk memecahkan kebuntuan yang dialami PH atas suara non-Muslim. Mereka harus melihat skenario ini, dan berpikir cara terbaik.

Seperti diketahui, yang dilansir dari RM.id, suara BN dalam pemilu terakhir jeblok, dengan hanya memperoleh 30 kursi parlemen.

Sementara Koalisi PN memperoleh 73, dan PH 81. Koalisi PH mendapat tambahan kursi melalui Syed Saddiq dari Aliansi Demokrasi Bersatu Malaysia (MUDA). Sehingga mereka memperoleh 82.

Suara BN menjadi sangat penting, untuk memenuhi 112 dari 222 kursi parlemen untuk membentuk Pemerintahan.

Penulis
: jbr
Editor
: Vicar

Tag: