jaringberita.com - Sedikitnya 37 orang tewas pada hari Natal imbas badai salju yang menghantam Amerika Serikat sejak pekan lalu.
Beberapa ditemukan tewas tertimbun Salju dan ratusan ribu orang terpaksa hidup tanpa listrik karena gardu membeku.
Diberitakan CNN, dari 17 kematian terkait cuaca yang tercatat di New York, 16 di antaranya terjadi di Erie County. Satu orang juga dikabarkan tewas akibat keracunan karbon monoksida fatal di Niagara County.
Pejabat Kabupaten Erie, Mark Poloncarz, mengatakan kondisi badai salju di wilayah itu mengakibatkan sekitar 500 pengendara terjebak di dalam kendaraannya sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi. Padahal saat itu larangan mengemudi di tengah badai sudah dikeluarkan.
Pasukan Garda Nasional pun dikerahkan untuk menolong korban yang terjebak di kendaraan.
"Beberapa di antaranya ditemukan meninggal di dalam mobil dan beberapa lainnya tewas tertimbun salju di jalanan," kata Poloncarz seperti dikutip CNN.
Dia juga mengatakan dua korban meninggal dunia dalam insiden terpisah pada Jumat malam. Mereka tewas karena tak sempat mendapat pertolongan medis.
"Sebanyak dua orang di Buffalo meninggal terkait badai salju, karena tidak mendapat pertolongan medis. Ini adalah situasi krisis di depan mata," kata pejabat kota New York, Kathy Hochul.
Hochul berujar dia bakal meminta pemerintah federal untuk mengeluarkan "peringatan darurat yang memungkinkan kami untuk meminta penggantian biaya luar biasa" dan meminta bantuan dari negara bagian lainnya dalam menghadapi cuaca ekstrem tersebut.
Sejauh ini, beberapa korban meninggal ditemukan di sejumlah daerah dengan rincian dua kematian akibat cuaca dingin ditemukan di Colorado sejak Kamis (22/12), tiga orang akibat kecelakaan lalu lintas terkait cuaca di Kansas pada Jumat.
Sebanyak tiga orang tewas di Kentucky, termasuk satu akibat kecelakaan kendaraan di Montgomery County. Satu orang tewas di Missouri karena tenggelam di sungai beku usai meluncur di jalanan es.
Lihat Juga :
Rothschild-Saud, Siapa Saja Keluarga Super Tajir Berpengaruh di Dunia?
Di Ohio, sembilan orang meninggal akibat kecelakaan mobil terkait cuaca. Satu kematian akibat badai di Tennessee dan satu orang akibat kecelakaan fatal karena musim dingin di Wisconsin.
Kota Buffalo, New York, disebut mengalami dampak terburuk setelah salju setebal 43 inchi turun pada Minggu (25/12) pagi, menurut Layanan Cuaca Nasional AS.
Pejabat Poloncarz, mengatakan kondisi hujan dan badai salju membuat jalanan tak dapat diakses dan membekukan gardu-gardu listrik. Lebih dari belasan orang pun tewas.
"Ada sejumlah orang yang terjebak di dalam mobil selama lebih dari dua hari," kata Poloncarz, seperti dikutip CNN.
"Ada orang di rumah yang tinggal di bawah suhu beku."
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan badai ini merupakan "badai paling mengerikan dalam sejarah Buffalo" karena kekuatan dan durasinya.
"Ini krisis dengan proporsi yang luar biasa," kata Hochul.
Selama beberapa pekan terakhir, AS memang diterjang badai salju dengan suhu dingin 'berbahaya' yang merusak rencana Natal di negara itu.
Lebih dari 55 juta orang diterpa badai pada Minggu pagi. Wilayah Selatan bahkan diperingatkan tentang potensi terjadinya pembekuan.
Sejumlah kota besar di Tenggara, Midwest, dan Pantai Timur juga mencatat Natal tahun ini menjadi yang terdingin dalam beberapa dekade.
Salah satunya di Florida yang mencatat musim dingin kali ini sebagai yang terdingin sejak 1983 untuk wilayah Miami, Tampa, Orlando, dan West Palm Beach.
Kota New York juga mencatat rekor suhu dingin pada malam Natal di sejumlah lokasi, termasuk bandara JFK dan LaGuardia. Meski begitu, suhu dingin itu diperkirakan pulih kembali pada akhir pekan.