Pejabat Poloncarz, mengatakan kondisi hujan dan badai salju membuat jalanan tak dapat diakses dan membekukan gardu-gardu listrik. Lebih dari belasan orang pun tewas.
"Ada sejumlah orang yang terjebak di dalam mobil selama lebih dari dua hari," kata Poloncarz, seperti dikutip CNN.
"Ada orang di rumah yang tinggal di bawah suhu beku."
Gubernur New York Kathy Hochul mengatakan badai ini merupakan "badai paling mengerikan dalam sejarah Buffalo" karena kekuatan dan durasinya.
"Ini krisis dengan proporsi yang luar biasa," kata Hochul.
Selama beberapa pekan terakhir, AS memang diterjang badai salju dengan suhu dingin 'berbahaya' yang merusak rencana Natal di negara itu.
Lebih dari 55 juta orang diterpa badai pada Minggu pagi. Wilayah Selatan bahkan diperingatkan tentang potensi terjadinya pembekuan.
Sejumlah kota besar di Tenggara, Midwest, dan Pantai Timur juga mencatat Natal tahun ini menjadi yang terdingin dalam beberapa dekade.
Salah satunya di Florida yang mencatat musim dingin kali ini sebagai yang terdingin sejak 1983 untuk wilayah Miami, Tampa, Orlando, dan West Palm Beach.
Kota New York juga mencatat rekor suhu dingin pada malam Natal di sejumlah lokasi, termasuk bandara JFK dan LaGuardia. Meski begitu, suhu dingin itu diperkirakan pulih kembali pada akhir pekan.