“WIMA akan terus mendukung dan bekerja sama dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” kata Samyarto di Jakarta, Kamis (20/10).
Samyarto berharap, melalui kerja sama tersebut dapat membantu percepatan program sepeda motor listrik untuk kemandirian energi nasional. Hal tersebut juga mencerminkan komitmen BUMN terhadap Presidensi G20 pada 2022.
Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, pihaknya bersama BUMN saat ini tengah berupaya mempercepat ekosistem KBLBB. Di mana ekosistem berbasis kendaraan listrik cukup banyak, mulai dari produksi kendaraan hingga konsumen kendaraan listrik.
“Gesit mempunyai pangsa pasar 16 sampai 18 persen untuk produksi motor listrik ke depannya. Pengembangan motor listrik ke depannya sangat penting untuk terus didorong,” ucap Pahala di acara SOE (State Owned Enterprise) International Conference, Rabu (19/10).
Apalagi penghematan yang didapat masyarakat dari penggunaan kendaraan listrik dibanding motor BBM (Bahan Bakar Minyak), lumayan besar. Menurut perhitungannya, masyarakat bisa hemat Rp 1 juta sampai 1,5 juta per tahun.
“Pemerintah juga peroleh keuntungan karena bisa kurangi subsidi, mitra ojek online bisa hemat Rp 2,5 sampai 3 juta setahun,” rinci mantan bos BTN ini.
Ia menegaskan, dalam menggencarkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir telah mengeluarkan surat edaran mengenai beberapa imbauan.
Pertama, mengimbau BUMN untuk tidak lagi melakukan pembelian motor atau mobil yang berbasis BBM.
“Mulai pindah ke motor listrik. Karena penghematan Pemerintah jelas, BUMN jelas, operasi jelas, harga motor listrik juga sudah sama, ini harap bisa,” pintanya.
Kemudian, mendorong PLN dan Pertamina, untuk memanfaatkan aset yang dimiliki. Misalnya seperti SPBU Pertamina, Kantor PLN untuk dapat menyediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).