Produksi Pangan Menurun di Musim Hujan, Mendagri Ingatkan Pemda Untuk Jalankan Perintah Presiden


Produksi Pangan Menurun di Musim Hujan, Mendagri Ingatkan Pemda Untuk Jalankan Perintah Presiden
Mendagri Tito Karnavian

jaringberita.com -Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan kepala daerah agar menjalankan perintah PresidenJokowi soal peningkatan ekonomi. Pemerintah Daerah (Pemda) harus mewaspadai menurunnya produksi pangan saat musim penghujan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, Pemda harus mengamankan komoditas pangan saat musim hujan.

BACA JUGA :Masyarakat Sumut Masih Dihantui Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok

Khususnya untuk komoditas utama, seperti beras, bawang merah, dan cabe merah. Diper­kirakan pada musim penghujan produksi komoditas tersebut akan rendah, sementara permin­taan masyarakat tinggi.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP)Jakarta, di Kan­tor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, kemarin.

Menurut Tito, Pemda perlu mendorong berbagai pihak untuk melakukan gerakan ta­nam, terutama komoditas yang cepat panen.

Gerakan itu dilakukan di kota hingga di tingkat kampung dan gang-gang. Beberapa daerah seperti Kota Makassar yang telah melakukan urban farming.

Selain itu, mantan Kapolri ini menekankan pentingnya kerja sama antar daerah untuk pemenuhan komoditas pangan.

BACA JUGA :Kencani Dua Wanita Hingga Untung 500 Juta, Kapten Marinir Gadungan Akhirnya Dibekuk POMAL

Sementara untuk transpor­tasi distribusinya, dapat dibantu Pemda yang dananya diambil dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), sehingga harga jual tidak terlalu tinggi.

Tito juga mengingatkan Pem­da tentang arahan Presiden yang disampaikan pada Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2023, di Ballikpapan, Kalimantan Timur (23/2).

Saat itu, Jokowi memerin­tahkan kepala daerah melaku­kan peningkatan konsumsi dan belanja masyarakat, hilirisasi produk, ketersediaan pangan, belanja produk dalam negeri, dan peningkatan iklim investasi. Terutama peningkatan konsumsi dan belanja masyarakat pasca-PPKM.

Tito bilang, pasca Pember­lakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut, Presiden menghendaki kecepatan untuk pembangunan atau program-program digenjot, agar konsumsi dan belanja masyara­kat meningkat, ekonomi akan bergulir lebih baik.

Tito juga meminta Pemda meningkatkan ekonomi dengan mendukung kegiatan-kegiatan seni dan olahraga. Selain itu, mempermudah perizinan kegiatan-kegiatan seni dan olahraga dengan tetap memperhati­kan aspek keamanan.

BACA JUGA :Gawat ! Bank BCA Terlibat Kasus Judi Online Jhoni Alias Apin BK

Selanjutnya, Tito menjelas­kan hilirisasi produk yang ti­dak boleh terfokus di bidang tambang, tapi juga di bidang perikanan.

Soal ketersediaan pangan, kata dia, Pemda terus menjaga keterjangkauan barang dan harga di masyarakat.

Pemda diminta melakukan monitoring komoditas pangan, mengecek langsung ke lapangan, menjalin kerja sama dengan daerah yang surplus komoditas, hingga memberikan subsidi transportasi pada para pelaku usaha.

Tito berpesan, kalau tidak bisa kepala daerahnya, paling tidak kepala dinas perdagangan misalnya, Satgas Pangan untuk mengecek langsung, karena Presiden mengecek langsung harga-harga itu.

Menurutnya, seperti dilansir rm.id, terkait dengan penggunaan produk dalam negeri, Pemda perlu menganggarkan 40 persen dari anggaran belanja barang dan jasa.

Kemendagri telah berkoordi­nasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk melakukan rapat koordinasi se­cara hybrid mengenai evaluasi pembelian produk dalam negeri oleh daerah.

Kencani Dua Wanita Hingga Untung 500 Juta, Kapten Marinir Gadungan Akhirnya Dibekuk POMAL

Gawat ! Bank BCA Terlibat Kasus Judi Online Jhoni Alias Apin BK

Penulis
: Administration
Editor
: Dedi

Tag: