jaringberita.com - Dari pemantauan yang dilakukan di sejumlah pasar termasuk pusat perbelanjaan modern (supermarket, mall) pada Minggu (16/4/2023), terjadi kenaikan pengunjung yang bahkan mampu memenuhi total daya tampung pengunjung tempat.
Hal ini tecermin dari ketersediaan lahan parkir dimana semuanya terisi oleh kendaraan.
Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin mengatakan, Minggu ini pula menjadi minggu terakhir ramadan.
"Sehingga dimanfaatkan oleh banyak warga untuk berbelanja memenuhi kebutuhan menjelang lebaran, utamanya kebutuhan sandang," ungkapnya, Senin (17/4/2023).
Hanya saja, jelas Gunawan, hasil survey menunjukan hal yang sebaliknya. Di mana meskipun terjadi peningkatan jumlah pengunjung, namun pedagang justru tidak lantas mendapatkan limpahan penjualan.
Hampir semua pedagang menyatakan bahwa penjualan untuk kebutuhan pakaian, perlengkapan rumah tangga (seprei dan kain gorden), serta kebutuhan lain seperti perlengkapan sholat, menyatakan jika penjualannya masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, sejumlah pedagang kuliner (makan dan minum), menyatakan kalau pada Minggu ini kapasitas pengunjung mencapai 100% dari tempat duduk yang tersedia. Sehingga momen seperti sekarang ini juga pernah terjadi seperti menjelang Lebaran tahun sebelumnya.
"Akan tetapi jika ditarik data penjualan selama Ramadan tahun ini, pedagang kuliner tetap mengeluhkan penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun yang lalu," jelasnya.
Selain itu, temuan di sejumlah pasar juga masih ditemukan ada pedagang pakaian (sandang) yang menutup lapak usahanya lebih dini, dan masih ada sejumlah toko yang tutup.
Sejumlah pedagang mengutarakan bahwa meskipun pada hari ini banyak yang berkunjung, tetapi akumulasi belanja masih dibawah ekspektasi pedagang dan belanja untuk pakaian diproyeksikan titik puncaknya ada di hari minggu in.
"Sehingga banyak pedagang kebutuhan sekunder yang tidak menaruh harapan besar penjualan akan mampu lebih besar dari hari ini, di sisa akhir menuju Lebaran yang tinggal sekitar 4 atau 5 hari lagi. Dan sejauh ini pedagang menyatakan penjualan kebutuhan sandang di tahun ini bisa 50% lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya," terangnya.
Sementara itu, sejumlah pasar tradisional yang menjual kebutuhan pangan menyatakan bahwa belanja kemungkinan akan mencapai puncaknya pada hari Kamis (20/4/2023) mendatang. Dari pantauan di pasar tradisional harga sejumlah kebutuhan pangan masih dijual dengan harga yang murah.
Bahkan untuk sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah dijual 20 ribu per Kg, cabai rawit ada yang dijual 15 ribu per Kg, bawang merah sekitar 20 hngga 28 ribu per Kg, daging ayam ada dikisaran 25 hingga 29 ribu per Kg, dan sejumlah kebutuhan lainnya stabil.
"Saya berkesimpulan bahwa belanja masyarakat menjelang Idul Fitri belum akan mampu mendorong inflasi lebih dari 0.2% di bulan April. Meskipun masih ada sekitar 2 pekan tersisa hingga tutup bulan april, namun saya tidak yakin harga pada saat idul fitri atau masa libur panjang akan naik tajam," tuturnya.
Gunawan melanjutkan, di tengah pasokan yang melimpah dan ditambah dengan libur yang cukup panjang, harga kebutuhan masyarakat justru bisa digiring ke angka yang lebih rendah.
Memang dia mengakui akan ada lonjakan harga yang biasa terjadi di saat hari H lebaran. Namun itu hanya fluktuasi sesaat.
"Bahkan harga bisa ditekan kebawah saat H-3 hingga H-1 lebaran, khususnya untuk beberapa komoditas pangan hortikultura. Sejauh ini saya berkesimpulan bahwa melemahnya belanja masyarakat di tahun ini, menggambarkan melemahnya daya beli masyarakat," pungkasnya.