Sejumlah pedagang mengutarakan bahwa meskipun pada hari ini banyak yang berkunjung, tetapi akumulasi belanja masih dibawah ekspektasi pedagang dan belanja untuk pakaian diproyeksikan titik puncaknya ada di hari minggu in.
"Sehingga banyak pedagang kebutuhan sekunder yang tidak menaruh harapan besar penjualan akan mampu lebih besar dari hari ini, di sisa akhir menuju Lebaran yang tinggal sekitar 4 atau 5 hari lagi. Dan sejauh ini pedagang menyatakan penjualan kebutuhan sandang di tahun ini bisa 50% lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya," terangnya.
Sementara itu, sejumlah pasar tradisional yang menjual kebutuhan pangan menyatakan bahwa belanja kemungkinan akan mencapai puncaknya pada hari Kamis (20/4/2023) mendatang. Dari pantauan di pasar tradisional harga sejumlah kebutuhan pangan masih dijual dengan harga yang murah.
Bahkan untuk sejumlah komoditas pangan seperti cabai merah dijual 20 ribu per Kg, cabai rawit ada yang dijual 15 ribu per Kg, bawang merah sekitar 20 hngga 28 ribu per Kg, daging ayam ada dikisaran 25 hingga 29 ribu per Kg, dan sejumlah kebutuhan lainnya stabil.
"Saya berkesimpulan bahwa belanja masyarakat menjelang Idul Fitri belum akan mampu mendorong inflasi lebih dari 0.2% di bulan April. Meskipun masih ada sekitar 2 pekan tersisa hingga tutup bulan april, namun saya tidak yakin harga pada saat idul fitri atau masa libur panjang akan naik tajam," tuturnya.
Gunawan melanjutkan, di tengah pasokan yang melimpah dan ditambah dengan libur yang cukup panjang, harga kebutuhan masyarakat justru bisa digiring ke angka yang lebih rendah.
Memang dia mengakui akan ada lonjakan harga yang biasa terjadi di saat hari H lebaran. Namun itu hanya fluktuasi sesaat.
"Bahkan harga bisa ditekan kebawah saat H-3 hingga H-1 lebaran, khususnya untuk beberapa komoditas pangan hortikultura. Sejauh ini saya berkesimpulan bahwa melemahnya belanja masyarakat di tahun ini, menggambarkan melemahnya daya beli masyarakat," pungkasnya.