Mantul, BNI Raup Laba Bersih Rp 13,7 Triliun

Meski Ekonomi Dunia Makin Suram

Mantul, BNI Raup Laba Bersih Rp 13,7 Triliun
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar (tengah) didampingi Wakil Direktur Utama Adi Sulistyowati (kiri) dan Direktur Keuangan Novita Widya Anggraini (kanan) menyampaikan Laporan Kinerja BNI Kuartal Ketiga 2022 dalam konferensi pers di Jakarta

Menurut mantan bos Bank Mandiri ini, kondisi eksternal di kuartal tiga tergolong menantang, yang dipicu oleh eskalasi tensi geopolitik.

Ketegangan geopolitik telah mengganggu rantai pasok, lalu menyebabkan lonjakan harga komoditas energi dan pangan global.

Hal ini pun berdampak pada meningkatnya laju inflasi, yang kemudian diikuti pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara. Tren ini berpotensi menyebabkan perlambatan laju pertumbuhan ekonomi.

“Kami akan terus berupaya menjaga kinerja perseroan, agar tetap sustain. Sehingga dapat membantu Pemerintah melanjutkan tren pemulihan ekonomi, serta tetap memberikan imbal hasil investasi kepada pemegang saham,” janji Royke.

Ia menyakini, perseroan dapat merealisasikan kinerja positif hingga akhir 2022, didukung oleh portofolio kredit yang sudah jauh lebih sehat. Dan tetap mengedepankan aspek prudential banking.

Terlebih lagi tren kinerja ekonomi Indonesia yang masih tumbuh impresif sebesar 5,4 persen di kuartal II. Dan hingga akhir tahun diperkirakan masih pada kisaran di atas 5,3 persen.

Menurut Royke, tren pertumbuhan ini masih cukup baik jika dibandingkan negara lain di dunia.

“Karenanya kami optimistis masih berada dalam jalur yang tepat untuk memenuhi perkiraan laba tahun 2022 sesuai dengan corporate plan,” yakin Royke.


Tag: