jaringberita.com -Indonesia Halal Training & Education Center (IHATEC) berhasil menggelar acara Top Halal Award 2022.
Acara tersebut ini bertujuan untuk memberikan apresiasi penghargaan untuk merek-merek yang berhasil meraih posisi teratas sebagai merek halal yang top dari pandangan milenial.
Direktur IHATEC Evrin Lutfika menjelaskan, penghargaan Top Halal Award 2022 didasarkan dari hasil survei Top Halal Index yang dilakukan oleh IHATEC Marketing Research di 5 kota besar.
Yaitu, Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar dengan melibatkan 1.300 responden, baik pria maupun wanita.
"Survei dilakukan pada bulan Maret-April 2022 dengan menggunakan metode wawancara langsung kepada responden (face to face interview)," jelas Evrin dalam keterangan persnya usai acara yang digelar di Hotel Aryaduta.
Dia bilang responden yang dipilih adalah mereka yang berusia 20 sampai 40 tahun (kelompok milenial), dengan tingkat pengeluaran per bulan atau social economy status (SES) minimum Rp 1.500.000 hingga mereka berpengeluaran per bulan lebih dari Rp 10 juta.
Responden yang diwawancara tidak saja orang muslim, tetapi juga non muslim. Merek yang mendapatkan Top Halal Award adalah merek yang memiliki Indeks Top Halal (Top Halal Index) di atas indeks rata-rata di kategorinya dan indeks merek tersebut berada di posisi 3 teratas (top three).
Top Halal Index dibangun oleh dua elemen besar, yaitu elemen Merek dan elemen Halal. Ada 3 parameter yang membentuk elemen Merek, yaitu Top of Mind Halal Brand Awareness, Last Usage Brand Halal dan Future Intention Brand Halal.
Sedangkan Elemen Halal dibentuk oleh 4 parameter yaitu Persepsi terhadap komunikasi Kehalalan produk, Persepsi Kehalalan terhadap Bahan Baku, Persepsi Kehalalan terhadap Proses Produksi dan Persepsi Kehalalan pada Kemasan Produk.
IHATEC Marketing Research adalah salah satu unit baru dari IHATEC. Divisi ini merupakan perusahaan marketing research di bidang halal pertama di Indonesia yang akan menyediakan data serta pengembangan informasi mengenai pasar halal di Indonesia.
Melalui divisi ini, IHATEC akan merilis hasil survei Top Halal Index setiap tahunnya sebagai barometer performance merek halal yang diukur oleh responden dari kalangan Milenial Indonesia.
Lebih lanjut Evrin mengatakan, tahun ini IHATEC memberikan penghargaan kepada puluhan merek yang sukses meraih predikat merek halal yang top. Merek-merek yang mendapatkan TOP HALAL AWARD 2022.
Di antaranya ABC untuk kategori Saus Sambal, Kecap Manis dan Sarden Dalam Kaleng, Merek Lux (Sabun Mandi) dan Walls (Ice Cream), di mana kedua merek ini merupakan besutan PT Unilever Indonesia.
Kemudian ada Garuda (Kacang Kulit dan Kacang Atom) dan Gery (Cookies), yang dikelola oleh PT Garudafood Putra Putri Jaya, juga merek Lafonte (Pasta), Inaco Mini Jelly (Jelly Agar), dan merek lainnya.
Seperti, Masako (Penyedap Rasa), Sari Ayu (Skincare), Garnier (Sabun Cuci Muka), McD (Eestoran Siap Saji), Kopi Kenangan (Coffee Shop), Sushi Tei (Restoran Ramen & Sushi) dan merek lainnya.
Sementara itu Wakil Staf Khusus Wakil Presiden Lukmanul Hakim, dalam sambutannya mengatakan TOP Halal Award diharapkan bisa menjadi Akselerasi terwujudnya Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
“Kementerian dan Lembaga termasuk BPJPH dan KNEKS diharapkan dapat memanfaatkan gerakan ini sebagai langkah sinergi menuju Indonesia sbg Pusat halal dunia 2024”, imbuh Lukman.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Departemen Agama Aqil Irham yang diwakili oleh Siti Amina memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IHATEC dengan unit bisnis baru Marketing Research.
Unit ini berperan aktif dalam mendukung literasi halal publik dan memberikan informasi mengenai potensi pasar dan perilaku pasar terhadap produk halal yang dapat menjadi tambahan rujukan bagi praktisi halal di Indonesia.
Kepala BPJPH memandang, halal memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan. Dalam pengembangan ekonomi syariah khususnya sektor industri halal, efektivitas kelembagaan menjadi faktor penting.
Untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah, sinergi antarlembaga antara lain pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diperlukan dalam penguatan stakeholder industri halal.
Adapun kehadiran regulasi jaminan produk halal memberikan kepastian dan dasar hukum dari kebijakan Pemerintah untuk pengembangan industri halal, dalam hal sertifikasi halal. Keterlibatan generasi milenial menjadi kunci bagi Indonesia di masa depan dalam menghadapi persaingan global.
Mereka adalah kekuatan ekonomi paling kuat pada abad ke-21. Dengan demikian dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, perlu mendorong milenial menjadi penggerak pertumbuhan produktivitas industri halal yang berdampak pada penguatan perekonomian syariah Indonesia.
"Maka sangatlah tepat dukungan di sektor hulu dalam peningkatan kesadaran halal dengan memperhatikan profil milenial," tuturnya.
Sementara itu, Head of IHATEC Marketing Rersearch, Anang Ghozali mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar halal yang besar.
Hal ini menjadi peluang bagi Indonesia dalam pengembangan industri berbasis halal. Oleh karena itu, seperti yang dilansir dari laman RM.id, halal bisa dijadikan sebagai penguat brand untuk meningkatkan daya saing.
Melalui Top Halal Award diharapkan perusahaan siap bersaing di pasar global dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan produk halal.