Inflasi AS Naik Buat US Dolar Perkasa, Rupiah, IHSG Dan Harga Emas Melemah


Inflasi AS Naik Buat US Dolar Perkasa, Rupiah, IHSG Dan Harga Emas Melemah
Gunawan Benjamin

Hal ini sangat berbeda dengan sikap Bank Sentral AS sebelumnya yang menyebut bahwa telah terjadi disinflasi di AS. Demikian Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawa Benjamin dalam relisnya diterima redaksi, Kamis (16/2/2023).

Kata Gunawan, di bulan januari ini inflasi di AS sebesar 6.4% secara Year On Year, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan realisasi bulan desember yang sebesar 6.5%, tetapi lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya di kisaran level 6.2%.

Sehingga rilis inflasi tersebut justru menyisahkan masalah dimana The FED diyakini masih akan terus menaikkan bunga acuan. Sehingga suku bunga acuan di sejumlah bank sentral di Negara lain berpeluang untuk tetap naik.

BACA JUGA :BMKG Ingatkan Masyarakat n Waspada Tingginya Gelombang Di Wilayah Perairan

Tanpa terkecuali suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia nantinya. Kenaikan suku bunga acuan secara terus menerus, ini berarti bahwa perang terhadap inflasi serta tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi masih akan berlanjut di tahun 2023 ini.

Kita akan menderita lebih lama dengan tren kenaikan bunga acuan tersebut. Dan disaat bunga acuan berhenti naik, masalah juga belum sepenuhnya usai, karena kita masih harus menunggu sampai nantinya suku bunga acuan kembali diturunkan.


Tag: