Gunawan Benjamin: Inflasi Masih Sulit Dikendalikan, Bank Sentral AS Bakal jadi Penggerak Pasar


Gunawan Benjamin: Inflasi Masih Sulit Dikendalikan, Bank Sentral AS Bakal jadi Penggerak Pasar
istockphoto
Ilustrasi

"Untuk itu saya berkesimpulan bahwa pelaku pasar akan mengambil posisi wait and see, di mana ada potensi kinerja pasar saham bergerak dengan kecenderungan turun, secara teknikal 6.700 masih akan menjadi level psikologis yang perlu di waspadai," katanya.

"Sementara itu, kinerja mata uang rupiah yang di bawah 15.000 per US Dolarnya menunjukan posisi yang sangat kuat. Sehingga penguatan lebih jauh sebenarnya tidak begitu dibutuhkan," sambungnya.

Untuk harga emas, menurut Gunawan, sangat berpeluang terkoreksi jika The FED atau Bank Sentral AS ditafsirkan akan melakukan kebijakan kenaikan bunga acuan yang lebih agresif. Walaupun kemungkinan tersebut sangat kecil sekali, sehingga emas masih berpeluang untuk melanjutkan tren kenaikan.

"Bahkan jika penafsiran kebijakan The FED kedepan lebih mengarah kepada ekspektasi yang berkembang saat ini. Maka harga emas dalam jangka pendek (kurang dari 1 tahun) berpeluang menembus $2.300 per ons troynya," imbuhnya.

Namun, tambahnya, akan lebih baik tidak terlalu banyak mengambil sikap atau keputusan investasi sebelum sampai semuanya tersaji (data inflasi dan testimoni The FED). Karena pasar akan terlihat seperti kehilangan arah pada perdagangan Senin dan Selasa.

"Tetapi berpeluang bergelombang pada hari Rabu hingga penutupan akhir pekan," pungkasnya.

Editor
: Nata

Tag: