Gunawan Benjamin: Inflasi Masih Sulit Dikendalikan, Bank Sentral AS Bakal jadi Penggerak Pasar


Gunawan Benjamin: Inflasi Masih Sulit Dikendalikan, Bank Sentral AS Bakal jadi Penggerak Pasar
istockphoto
Ilustrasi

jaringberita.com - Kinerja pasar keuangan di pekan depan akan dihadapkan pada sejumlah rilis data ekonomi penting.

Di mana inflasi AS akan menjadi topik data utama yang akan menentukan pergerakan pasar selanjutnya.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) Gunawan Benjamin menyampaikan, rilis data tersebut akan tersaji pada hari Rabu (12/4/2023) mendatang. Di mana sebut dia, inflasi inti AS diproyeksikan masih akan naik dari posisi 5.5%.

"Sementara inflasi AS pada umumnya berpeluang lebih rendah dari 6% secara tahunan," ungkapnya, Minggu (9/4/2023).

Lebih lanjut, Gunawan menjelaskan, jika inflasi bisa turun dan mampu meyakinkan pasar bahwa The FED atau Bank Sentral AS akan mengerem kenaikan suku bunga acuan atau setidaknya hanya akan menaikkan satu kali lagi bunga acuan, maka IHSG dan mata uang rupiah termasuk harga emas berpeluang untuk melanjutkan tren penguatan pada pekan ini.

"Meskipun pada dasarnya inflasi banyak negara masih sulit dikendalikan, terlebih kebijakan OPEC yang memangkas output belakangan ini," jelasnya.

Gunawan menuturkan, selain data infasi, ada juga pernyataan dari hasil rapat FOMC yang turut mempengaruhi perilaku pasar nantinya. Gambaran suku bunga serta kinerja ekonomi AS akan tergambar yang akan menjadi acuan dan akan menggerakkan pasar.

"Jadi pekan ini Bank Sentral AS akan mengendalikan sepenuhnya pergerakan pasar uang maupun sejumlah komoditas global," katanya.

Karena itu dia menyarankan, pelaku pasar sebaiknya berhati-hati, terlebih dalam menterjemahkan sikap Bank Sentral AS dalam FOMC meeting. Akan ada banyak penafsiran nantinya, namun yang perlu ditangkap adalah bagaimana sikap Bank Sentral dalam menyikapi situasi krisis perbankan belakangan ini serta kebijakan suku bunganya ke depan.

Editor
: Nata

Tag: