WBP Lapas Pemuda Langkat Alami Kekerasan Seksual, Begini Faktanya


WBP Lapas Pemuda Langkat Alami Kekerasan Seksual, Begini Faktanya
WBP Lapas Pemuda Langkat Alami Kekerasan Seksual, Begini Faktanya

jaringberita.com - Lapas Pemuda Klas III Langkat membantah kabar yang menyebutkan seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) menjadi korban kekerasan seksual sesama warga binaan.

Hal ini, di jelaskan langsung oleh Kepala Lapas Pemuda Klas III Langkat, Refin Tua Simanullang yang di dampingi Kasubsi Kamtib Fredy Sitindaon saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (13/03/2023)

Kalapas mengatakan jika warga binaan berinisial Mus itu bukan sakit lantaran dianiaya ataupun akibat pelecehan seksual yang dilakukan sesama warga binaan.

"Saya pastikan tidak benar jika warga binaan berinisial Mus itu sakit akibat kekerasan fisik yang dilakukan warga binaan lain, apalagi sampai di sodomi itu sangat tidak benar," jelas Kalapas.

Melainkan dari riwayat medis yang ada, tercatat pada tanggal 30 Januari lalu, Mus datang ke klinik lapas dengan keluhan demam serta kepala oyong yang kemudian langsung di rujuk ke RSUD Tanjung Pura dan dirawat beberapa hari di sana dengan diagnosa deman dengue dan gangguan psikotik singkat.

Selain itu, pada tanggal 23 Februari lalu Mus kembali datang ke klinik lapas dengan keluhan yang sama dengan sebelumnya dan kembali di rujuk ke RSUD Tanjung Pura dengan diagnosa observasi febris dan gangguan psikotik singkat.

Namun, setelah beberapa hari di RSUD Tanjung Pura, pada tanggal 4 Maret, WBP itu pun kembali di rujuk ke Rumah Sakit Umum Bidadari Stabat dan di diagnosa krisis hipertensi, anemia, dyspepsia serta fistula ani.

Setelah di rawat selama 2 hari di RS Bidadari Stabat, atas permintaan keluarga kemudian pada tanggal 6 Maret, Mus pun kembali di rujuk ke RS Muhammadiyah Medan. hingga saat ini, dirinya pun masih menjalani perawatan intensif.

"Jadi sebelumnya, warga binaan tersebut sempat di rawat di RSUD Tanjung Pura kemudian di rujuk ke RS Bidadari Stabat, namun dirinya kembali di rujuk ke RS Muhammadiyah Medan lantaran adanya permintaan dari pihak keluarga," Terang Kalapas.

Sementara itu, pihak lapas sediri juga telah memeriksa sejumlah warga binaan yang ada di dalam kamar yang sama dengan Mustaqim untuk di mintai keterangan terkait adanya dugaan kekerasan fisik dan seksual yang dialaminya.

"Kita telah memeriksa 32 WBP yang ada di kamarnya, dan hasilnya tidak ada satu pun yang membenarkan pernyataan warga binaan tersebut yang mengatakan jika dirinya telah di sodomi,"ungkap Refin Tua Simanullang Mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sumut, Rudi Fernando Sianturi yang dihubungi melalui telepone selularnya mengatakan, jika pihak kanwil sendiri telah melakukan pengecekan langsung ke rumah sakit untuk memintai keterangan dari warga binaan yang mengaku menjadi korban kekerasan fisik dan pelecah seksual

Dari hasil pemeriksaan dan keterangan yang di peroleh, ternya diketahui jika warga binaan lapas pemuda langkat bernama Mus tersebut tidak benar mengalami kekerasan bahkan hingga pelecehan seksual yang dilakukan warga binaan lainnya.

"Kemarin saya sudah perintahkan staf saya di divisi pemasyarakatan menemui langsung warga binaan yang bersangkutan untuk dimintai keterangannya, dan hasilnya ternyata warga binaan tersebut memang tidak mengalami kekerasan fisik apalagi pelecehan seksual. Hal ini di buktikan langsung dari keterangan yang bersangkutan serta hasil pemeriksaan medis di 3 rumah sakit yang ada," pungkasnya.

Penulis
: Izl
Editor
: La Tansa

Tag: