Menurut Ihsan, hampir seluruh pasien stroke yang datang ke RSUP HAM merupakan kasus aneurisma yang sudah pecah dan menimbulkan gejala stroke.
“Kasus ini harus ditangani segera. Tim dokter akan membuat gambar tiga dimensi pembuluh darah otak, dan kita dapat melihat langsung dimana aneurisma-nya. Saat ini layanan aneurisma yang paling lengkap di Sumut hanya ada di RSUP HAM,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala KSM Bedah Saraf RSUP HAM Prof Dr dr Ridha Dharmajaya SpBS (K) mengatakan, timnya akan terus melakukan langkah-langkah terobosan untuk kasus stroke dan penyakit pembuluh darah otak. Menurutnya, saat ini kasus stroke iskemik masih belum tertangani secara maksimal sampai tindakan intervensi thrombectomy.
“Di luar negeri sudah rutin dilakukan, dan hasilnya pasien dapat sembuh dari kecacatan. Kita terus mengembangkan RSUP HAM untuk meningkatkan kemajuan penanganan penyakit pembuluh darah otak agar masyarakat dapat terbantu,” ucapnya.
Direktur Utama RSUP HAM dr Zainal Safri SpPD-KKV SpJP (K) menambahkan bahwa pengembangan layanan aneurisma otak ini juga dalam rangka mencapai misi RSUPHAM sebagai pengampu layanan stroke di wilayah Sumut dan Aceh.
“Bapak Menteri Kesehatan telah membuat regulasi pengampuan dan layanan rujukan, sehingga nantinya untuk penyakit prioritas seperti jantung, stroke, kanker dan uronefrologi, yang secara berjenjang dapat dilakukan mulai dari RSUP, RSUD provinsi hingga RSUD kabupaten/kota di bawahnya,” pungkasnya.