Oknum Anggota DPRD Sumut Penganiaya Kader HIPMI Minta Tunda Pemanggilan


Oknum Anggota DPRD Sumut Penganiaya Kader HIPMI Minta Tunda Pemanggilan

jaringberita.com - Kepolisian Resort (Polres) Sidimpuan terus berupaya menguak tabir kebenaran aksi penganiayaan dilakukan oknum Anggota DPRD Sumut AFD terhadap Kader HIMPI Riduwan Putra Saleh.

Penyidik sendiri sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap oknum Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Sumut tersebut dengan melayangkan surat pemanggilan sebagai saksi terlapor.

Baca juga !!

Hina Pawai MTQ di Sidimpuan, Tiktokers ini Diamankan Polisi


Hal tersebut ditegaskan Kapolres Sidimpuan AKBP Dwi Prasetyo SIK lewat Kasat Reskrim AKP Maria Marpaung kepada redaksi, Senin (6/3) lewat pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi upaya dilakukan penyidik menguak kasus ini.

"Sudah pemanggilan terlapor sebagai saksi,"tegas Maria sembari menyebut pemanggilan untuk hadir pada hari Selasa.

Kata Maria, namun yang bersangkutan tidak bisa hadir dan meminta penundaan pada hari Kamis sebagai saksi terlapor lewat kuasa hukumnya.

"Panggilan kita untuk hari Selasa, namun ada permohonan dari PH nya diundur hari Kamis,"ujar Maria, yang sebelumnya sudah memanggil 4 orang saksi terkait aksi penganiayaan dilakukan AFD.

Sebelumnya AFD tersebut dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan, pada Sabtu (18/2/2023).

Laporan tersebut tertuang dalam Nomor : LP/B/67/II/2023/SPKT/POLRES PADANGSIDIMPUAN POLDA SUMATERA UTARA, pada tanggal 18 Februari 2023.

AFD dilaporkan melakukan penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan, red) terhadap korban Ridwan Putra Saleh (31), warga Pasar VII Tembung, Kabupaten Deliserdang.

Kepada redaksi AFD mengaku sebagai Ketua Seni Beladiri Tapak Suci Sumut. Sebagai sesama anggota perguruan biasa terjadi kontak fisik. Apalagi, antara senior dan junior.

Teranyar Riduwan kepada redaksi mengatakan kalau proses laporannya akan lanjut terus dan masih proses berjalan.

Katanya, pihaknya selaku korban tidak hanya dirugikan secara fisik, in materil juga dirugikan sehingga rusak harga diri dan mentalnya dikeroyok di depan umum.

Editor
: Dedi

Tag: