jaringberita.com - Pasca kematian salah seorang anggota Satlantas yang bertugas di Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara, Bripka Arfan Saragih (AS) setelah merebaknya kasus penggelapan pajak 2,5 Miliar rupiah menuai kontroversi.
Pasalnya, setelah mencuat kasus penggelapan pajak tersebut, Bripka AS kembali dikabarkan tewas dan jasadnya ditemukan di Tebing Curam Dusun Simullop Desa Si Ogung-ogung Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir yang diduga karena meminum Racun Sianida.
Berdasarkan hasil penyelidikan, bahwa, Bripka AS sebelum kematiannya, sempat memesan racun sianida dari Bogor. Kemudian, dilakukannya autopsi dan pemeriksaan tim forensik kedokteran, sehingga memberikan kesimpulan, jika Bripka AS meninggal akibat meminum cairan racun tersebut. Sebagaimana hal itu dituangkan dalam pesan pers di Akun Instagram @poldasumaterautara belum lama ini.
Selanjutnya dari hasil fakta, ditemukannya botol minuman bersoda berwarna keruh di dekat jenazah Bripka AS dan botol yang diduga berisi serbuk racun. Kemudian, jarak sekitar 80 cm kembali ditemukan tas berwarna hitam merek asus yang diketahui didalamnya terdapat 19 BPKb dan 25 STNK.
Tak hanya sampai disitu, hasil pemeriksaan juga ditemukan cairan berwarna merah kehitaman yang keluar dari dua lubang hidung Bripka AS. Lalu, bibir berwarna biru kehitaman dan juga kedua ujung jari tangan berwarna kebiruan, kemudian luka lecet pada kiri bawah.
Selain itu juga, dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya memar di bagian kulit kepala belakang bagian bawah. Sehingga disimpulkan, penyebab kematian Bripka AS dikarenakan meminum racun.
Akan tetapi, dari hasil penyelidikan dan pemeriksan tersebut, kematian Bripka AS kian menjadi misteri, bahkan menimbulkan tanda tanya di berbagai media sosial.
Seperti press release yang dibagikan akun @poldasumaterautara. Dimana, banyak netizen yang berkomentar atas kematian Bripka AS.
Seperti yang dikatakan salah satu akun @andi_saputra.id. Ia mengatakan jika persoalan ini dikaitkan dengan kematian Brigadir J, sehingga perlu di tangani langsung oleh Mabes Polri.
"Izin bapak-bapak, kematian ini penuh misteri sama halnya kasus Brigadir Jhosua penuh kejanggalan. Mohon di ambil alih ke Mabes Polri aja kasus ini dan bentuk tim khusus pencari fakta demi membuat masyarakat percaya lagi terhadap institusi ini," tulisnya.
Tanggapan lain juga datang dari akun @edsibarani. Ia menyimpan tanda tanya atas kematian Bripka Arfan.
"Kalau mau bunuh diri, ngapain Alm jauh-jauh kesitu. Dimana aj dia bisa bunuh diri kalau sudah niat. Dan sebelum meninggal, Alm sudah berjuang mencari uang untuk menyelesaikan masalahnya. Dan semua keluarga mendukung dan memberikan jalan keluar. Itu yang membuat keluarga tidak percaya kalau Alm bunuh diri," tulis @edsibarani
Begitu juga dengan akun @wiwit5287. Dirinya menyarankan agar Kapolresnya segera diperiksa. Dan meminta kasus ini untuk di limpahkan ke Mabes Polri.
"Periksa itu Kapolresnya. Mana bisa penggelapan sampai Miliyaran Kapolres tidak tau. Ingat istrinya juga berbicara bila pernah diancam Kapolresnya. Sebaiknya, tarik ke Mabes, bisa jadi di Polda ada yang terlibat. Yuk bersihkan oknum nakal, bapak kapolda harus tegas," kata @wiwit5287.