Apalagi, terang dia, sejauh ini tidak semua dokter kandungan konsen dengan identifikasi itu. Karena biasanya harus belajar lagi khusus mempelajari janin di dalam kandungan.
Selain itu, penyebab jantung bocor juga sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun kebanyakan terjadi pada bayi dari ibu yang tidak mengkonsumsi asam folat, ibu yang tidak diimunisasi vaksin rubela dan ibu yang mengkonsumsi obat -obatan yang membuat janinnya terganggu.
"Untuk gejala jantung bocor sendiri sangat bervariasi. Kalau berat gejalanya biru. Birunya itu terjadi di mulut dan lidah dan ujung jari. Kemudian sesak nafas, berat badan sulit naik. Kemudian suara jantung bising. Ada berat badan yang tidak naik, padahal orang tua sudah memberikan makanan yang cukup, nah ini perlu di screening," jelasnya.
Rizky menuturkan, Kapan gejalanya muncul juga bervariasi, ada yang birunya itu muncul bukan diawal tapi pada usia tiga bulan dan variasi gejala lainnya. Untuk pengobatannya, ada yang perlu langsung dilakukan tindakan dan ada yang ditunda sampai berat badan serta usia tertentu tidak dilakukan tindakan apapun.
"Harus operasi dan non operasi. Ada dengan kateter (selang halus sampai ke jantung) keberhasilannya cukup tinggi di atas 80 persen," ucapnya.
Untuk itu dia menghimbau kepada masyarakat agar tidak terjadi 4T, yakni terlambat disadari, terlambat didiagnosis, terlambat dirujuk dan terlambat diobati.
"Kita berharap jangan sampai terlambat. Segera ke dokter, sehingga dokter tidak terlambat mendiagnosisnya," pungkasnya.