"Sedangkan bernama Dicky sudah saya suruh pergi, jadi dia mau membacok si dede. Langsung saya tahan dadanya, saya tidak mencekik dia. Saya bilang, jangan kau serang dia, dan kau enggak boleh bawa-bawa senjata, nanti dilaporkan kau ke polisi," sebutnya.
Seketika itu, lanjut Usop, Wiliam langsung menyabet tangannya dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai, yang mengenai jari kelingking dan jari manis Usop.
"Setelah itu saya lari ke pinggir, mengambil batu bermaksud untuk menakut-nakutinya. Ternyata, saya di todong pake pistol oleh David. Saya ketahui, mereka abang beradik semua. Ketika saya ditodong pistol, saya lari kebelakang rumah, dan mencari alat seadanya, yaitu sebuah besi stenlis putih. Saya keluar lagi, dan bertanya, kenapa lu bacok saya?.Saya kan hanya misahin. Dia malah ngancam-ngancam saya, ku bunuh kau nanti," ucapnya menirukan perkataan.
"Jadi enggak terima dia, makin menyerang. Dia (Wiliam) menyerang kepala saya, saya hanya menepis. Tidak ada saya duluan mukul dia. Faktanya itu begitu. Karena dia menyerang membabi buta dengan 2 samurai, saya tidak sanggup nahan lagi, jadi saya tahan pake tangan. Akibatnya, koyak tangan saya, terdorong saya lagi, akhirnya saya jatuh. Dibacok lagi saya di lantai tanpa berhenti," sambungnya.
Lanjut dikatakannya, setelah melihat jatuh satu senjata yang digunakannya, barulah warga setempat berani mendekat dan menangkap pelaku.
"Jadi, warga disitu, kalau dianggap preman saya tidak terima. Warga situ bukan preman. Karena ada keributan, warga situ memisahkan. Kalau tidak ada mereka, saya mati di tempat. Itu kronologis sebenarnya. Setelah itu saya di bawa ke rumah sakit Muhammadiyah sempat di tolak. Lalu di bawa ke methodis di tolak juga, karena tidak sanggup menangani saya, akhirnya saya diterima di rumah sakit Colombia," terangnya.
Pascadirawat di Rumah sakit, istri Usop kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Percut Sei Tuan.
"Istri saya yang melaporkannya. Setelah 8 hari saya di rawat di rumah sakit, baru saya dapat memberikan keterangan kepada pihak Kepolisian di sebuah hotel yang berada di Medan. Karena pada saat itu, stamina saya masih belum pulih seutuhnya," ujarnya.
Setelah dimintai keterangan, lanjut Usop, Kejanggalan-kejanggalan pada perjalan perkara yang dialaminya mulai kelihatan. Seperti, hasil keterangan yang tidak sesuai dengan ketikkan pihak Polsek.