Lulus dengan Yudisium Terpuji
Turut hadir dalam promosi doktor tersebut, Ketua PWI Sumut H. Farianda Putra Sinik, SE beserta sejumlah pengurus, Rektor UMA diwakili Wakil Rektor III Dr. Rizkan Zulyandi SH,MH, para dosen di lingkungan FISIP UMA, para dosen UINSU, UMSU, para kandidat doktor UINSU dan pihak keluarga dari promovendus.
Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Taufik Wal Hidayat mengemukan berdasarkan hasil penelitian terhadap wartawan media cetak, wartawan media elektronik dan wartawan media online di Kota Medan ditemukan bahwa penerapan independensi wartawan belum bisa diwujudkan secara penuh, karena adanya benturan kepentingan mulai dari kepentingan pemilik media, manajemen perusahaan, pengiklan, pemerintah, masyarakat dan kepentingan ekonomi pribadi wartawan.
Temuan lainnya adalah penerapan independensi wartawan saat melaksanakan tugas jurnalistik memiliki dua motif yakni pertama motif profesional yang diwujudkan dengan integritas, kejujuran, kebenaran, keadilan dan kreativitas. Motif kedua adalah motif loyalitas kepada penguasa. Di sini wartawan tidak bisa bebas berkreativitas karena dominasi kepentingan terlalu besar sehingga memunculkan otoriter, kemitraan dan komersialisasi media.
Mempengaruhi Independensi wartawan dimungkinkan terwujud dengan gaya penulisan berita feature (karangan khas). Peliputan dan pemberitaan dengan penulisan feature wartawan memiliki ruang kemandirian untuk berkreativitas.
Gaya penulisan feature lebih mengasah kepekaan wartawan terhadap sisi kehidupan manusia dan peristiwa yang terjadi.Suami dari Rana Setiawati SE ini juga mengemukakan dampak dari penerapan independensi yang terjadi adalah wartawan mendapat tekanan dan ancaman.
Tekanan dan ancaman itu berimbas kepada adanya berita pesanan, perubahan prinsip kerja wartawan serta pemecatan atau pemberhentian.
Sedangkan faktor yang mempengaruhi independensi wartawan dalam bertugas adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal lebih dominan yakni kepentingan pemilik media/pemodal, manajemen perusahaan, manajemen redaksional. Dibandingkan faktor eksternal yakni pengiklan, pemerintah dan berbagai kelompok masyarakat.
"Namun kedua faktor tersebut saling mempengaruhi independensi wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik," ungkap wartawan Analisa 2000-2020.