Kepada para pelajar dan mahasiswa, Gubernur juga menyampaikan bahwa Al-Washliyah sebagai organisasi Islam, turut serta memerdekakan Republik Indonesia. Karena itu sebagai generasi penerus, ada amanah yang diemban bersama untuk mengisi kemerdekan, dengan dasar ilmu pengetahuan dan budi pekerti.
“Untuk guru saya (para guru dan dosen), lakukan yang terbaik dengan jujur, benar, berani, tulus dan ikhlas. Sehingga anak-anak kita bermanfaat untuk mengisi cita-cita kemerdekaan. Jadi kita tahu persis harus diperbuat (peran),” sebut Gubernur, yang kemudian memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah untuk mendoakan para pahlawan, syuhada dan pendiri Al-Washliyah yang telah mendahului.
“Jangan pernah berhenti menuntut ilmu hingga akhir hayat. Tanpa ilmu, kita akan mudah dipecundangi,” pungkas Gubernur, yang kemudian melepas balon udara sebagi tanda peringatan HUT ke-92 Al-Jam’iyatul Washliyah di kampus Univa Medan.
Sementara Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Univa, yang juga Ketua PW Al-Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara mengucapkan terimakasih atas kehadiran Gubernur dalam rangkaian Apel Akbar Peringatan HUT ke-92 Tahun Al-Washliyah. Terlebih menjadi inspektur upacara yang dihadiri ribuan pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan pegawai di kompleks Univa Medan.
“Ini sebuah penghormatan, kami merasa bersyukur dan terima kasih, kepada Pak Gubernur atas waktu dan kesempatannya. Tentu saja hubungan yang sudah baik antara Univa dan Pemerintah Provinsi ini akan terus kita jaga dan kita rawat sedemikian rupa,” jelas Dedi Iskandar Batubara.
Dirinya juga berharap, Al-Washliyah khususyna Univa sebagai kampus bersejarah dan mencetak ulama, bisa terus berkontribusi bagi pencapaian pembanguann manusia, terutama di Sumut.