Eka Putra Zakran, Hemat Saya Justru Sidang Isbat tak Penting


Eka Putra Zakran, Hemat Saya Justru Sidang Isbat tak Penting
Eka Putra Zakran

Sejauh ini, saya melihat keberagaman di Indonesia cukup bagus, walau ada perbedaan dalam pelakasnaan ibadah puasa Ramadahan atau shalat Hari Raya Idul Fitri atau Zulhijjah, saya lihat ok ok aja, tidak ada persolan yang mendasar di lapangan.

Apalagi setiap umat Islam dalam menjalankan perintah agama kan ada imam atau ulamanya sebagai panutan, jadi aman, terus dimana masalahnya?

Justru masalahnya karena sidang isbat ini tak lagi relevan dilakakukan pemerintah Indonesia. Saya melihatnya ada 2 aspek negatif, pertama pemborosan dalam anggaran, kedua justru sidang istbat ini yang memecah belah umat Islam.

Solusinya apa, tawaran saya harus ada kalender umat Islam yang dapat diberlakukan dan mengikat secara bersama untuk umat Islam di Indonesia.

Perkembangan ilmu teknologi, khususnya ilmu astrononomi atau ilmu falaq saya lihat cukup signifikan saat ini, mampu menjawab setiap tantangan dalam menetapkan waktu-waktu shalat, insak, puasa dan lain sebagainya. jadi jangan memaksakan kehendak harus memakai metode Rukyatul Hilal, kemudian mengeyampingkan metode Hisab (perhitungan).

Penulis
: jrb-mt
Editor
: Dedi

Tag: