Dugaan Pungli dan Penggelapan Dana Mahasiswa ITSI Disampaikan ke Polda Sumut


Dugaan Pungli dan Penggelapan Dana Mahasiswa ITSI Disampaikan ke Polda Sumut
Jrn-koko

Lalu ada kutipan untuk perlengkapan mahasiswa (pakaian dinas harian) stambuk 2019 (semester 8) sebesar Rp500 ribu per pasang, sebanyak kurang lebih 300 mahasiswa/i. Sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak yayasan dan pengelola Kampus ITSI Medan mengenai pakaian dinas harian stambuk 2029. Padahal dalam hitungan bulan sudah berakhir masa kuliahnya dan tidak menggunakan pakaian dinas harian lagi.

Selanjutnya, ada kegiatan pengembangan diri mahasiswa yang lulus cadangan, di mana sebesar Rp4 juta hingga Rp12 juta sudah dibayarkan. Namun sampai saat ini tidak ada pelaksanaannya.

"Maka dengan ini kami ketua-ketua organisasi yang tergabung dalam ini, telah menyurati Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY). Dan kami sudah melaksanakan kegiatan demonstrasi selama tiga hari berturut-turut di lingkungan Kamus ITSI Medan. Namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pengelola ITSI Medan mengenai dana mahasiswa yang telah dikutip kepada mahsiswa/i ITSI Medan. Kemudian kami melampirkan fotocopy data dan fakta dari penjelasan di atas untuk membantu proses penyelidikan," sebut mereka di akhir surat tersebut.

Sementara itu, Sukarji yang diketahui sebagai Ketua Yayasan ketika di mintai tanggapan nya melalui seluler Rabu,(17/5/2023) terkait hal yang dimaksud, enggan memberikan komentar, sehingga berita ini disampaikan ke meja redaksi.

Penulis
: Jrb-koko
Editor
: Jrb

Tag: