Sebagaimana dimaksud Pasal 22E ayat (1) UUD 1945, pemilihan umum memiliki beberapa asas-asas untuk dijadikan pedoman agar dapat terlaksana dengan baik, asas-asas tersebut adalah :
1. Asas langsung
Asas ini menjelaskan bahwa pemilih memiliki kewenangan untuk memberikan hak memilihnya sendiri tanpa perantara orang lain yang mewakilinya, kecuali telah dicabut hak politiknya oleh putusan pengadilan.
2. Asas umum
Asas umum ini sebagai bentuk persamaan warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam memilih ataupun dipilih tanpa terkecuali agama, suku, rasa atau golongannya apa, selama dia Warga Negara Indonesia dan memenuhi syarat yang diatur oleh undang-undang maka ia berhak menggunakan hak pilih atau dipilihnya, dengan syarat-syarat yang umum tentunya seperti minimal umur atau kedewasaan seseorang serta diikuti dengan berkelakuan baik dan sehat secara jasmani dan rohani.
3. Asas bebas.
Negara menjamin kebebasandalam penggunaan hak memilih ataupun dipilih tanpa adanya suatu paksaan oleh pihak siapapun, dan negara menjamin kebebasan untuk memilih siapapun pasangan calon yang dirasa mewakili apa yang menjadi aspirasinya.
4. Asas rahasia
Asas ini memberikan penjelasan bahwa apa yang menjadi suara pilihan kita dalam pemilihan umum, dijamin kerahasiaanya oleh negara tanpa harus takut dibocorkon atau diketahui oleh siapapun.
5. Asas jujur
Asas jujur ini sebagai bentuk keberlangsungan pemilu dilakukan atas dasar peraturan perundang-undangan yang berlaku yang sesuai dengan prilaku etika dan moralitas bangsa.
6. Asas adil
Sebagai tujuan dari keberlakuannya negara hukum asas adil ini diberlakukan sebagai jaminan penyamarataan mengenai hak dalam memilih dan dipilih.