Bupati Kesal Plafon MPP Gembung


jaringberita.com -Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor , merasa kesal karena menemukan lantai dak yang gembung dan pemasangan rangka plafon dalam pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) tepatnya disamping kantor Koramil Dolok Sanggul atau Jalan Merdeka Kelurahan Dolok Sanggul Kecamatan Dolok Sanggul, dan meminta untuk dibongkar .

Bupati Humbahas, menemukan itu saat inspeksi mendadak, Senin (19/12) sore, usai memberikan bantuan tunai langsung (BLT) kepada 5.400 KK di sepuluh kecamatan se-Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas PKP Humbahas, Anggiat Manullang membenarkan hal tersebut.

" Ada. Untuk lebih jelasnya, saya tugaskan PPK menjelaskan Detail Teknisnya. Silahkan komunikasi dengan Boima Tambunan," kata Anggiat, Selasa (20/12).

Sementara, PPK Dinas PKP Humbahas, Boima Tambunan menambahkan , bahwa ada teguran Bupati kepada pihak rekanan untuk mempedomani kontrak dan mempercepat proses kerja berhubung waktu efektif yang semakin sempit.

Diantaranya, kerapian pemasangan rangka Plafond, lantai Dak yang gembung, dan memeriksa kerapian pemasangan keramik. Serta, memeriksa spek material dan bahan, selain diminta untuk memperhatikan kerapian instalasi.

Disamping, pihaknya diminta Dosmar agar lebih fokus lagi dalam pengawasan.

Ditambahkannya, selain melakukan teguran, Dosmar juga memerintahkan agar pemasangan lantai yang gembung dan rangka plafond untuk dibongkar karena kurang rapi.

" Cor lantai yang tidak rapi/gembung, dan rangka plafond lae," kata dia ketika disinggung soal yang diminta Dosmar untuk dibongkar.

Ditanya soal secara teknis kenapa bisa terjadi cor lantai yang tidak rapi sehingga mengakibatkan gembung, Boima menjelaskan karena terjadi kordinasi pekerja pada waktu pengecoran yang kurang.

" Itu terjadi karena koordinasi pekerja waktu pengecoran yang kurang. Material cor dari pompa ready mix tertumpu pada satu tempat sehingga bekistingnya lendut," terang Boima.

Ditanya, apakah para pekerja di MPP itu kurang profesional, Boima mengaku masing-masing memiliki keahlian.

" Per bagian pekerjaan, masing-masing ada keahlian, dan mereka selalu kita awasi dan kita arahkan baik dari dinas PKP maupun dari pihak konsultan supervisi," kata Boiman.

Ketika ditanya kembali, jika memang ada keahlian masing-masing kenapa bisa terjadi cara kerja pemasangan lantai yang gembung , dan rangka plafond tidak rapi.

Kemudian, ketika ditanya soal mengawasi, padahal terjadi kekurangan didalam pembangunan tersebut, hingga berita ini diturunkan, Boima tidak mau membalas pertanyaan tersebut

Penulis
: mt
Editor
: jrb

Tag: